04 September 2020

author photo

Baca Juga


pojokseni.com - Jika dihitung dalam setahun di seluruh Indonesia ada berapa jumlah produksi pertunjukan? Sejauh ini belum ada yang melakukan penelitian menyeluruh mengenai soal ini, tapi kalau boleh dikira-kira pastinya lebih dari belasan ribu pertunjukan dari mulai kesenian yang sifatnya lokal, regional, nasional, sampai dengan yang tingkat internasional. 


Ini tentu jumlah yang besar, dan melibatkan sumber daya yang sangat banyak. Kekayaan ini sayangnya belum ditopang dengan proses produksi pengetahuan yang memberi catatan, mengajak refleksi, dan menghasilkan pengetahuan bersama sehingga kekayaan di bidang pertunjukan dapat dialirkan kembali ke para seniman, dan selanjutnya ke masyarakat luas. 


Konferensi tahunan di bidang teater dan pertunjukan adalah salah satu fasilitas yang absen dalam konteks produksi pengetahuan. Konferensi Pertunjukan dan Teater diniatkan untuk menjadi wadah yang mempertemukan para akademisi, peneliti, dan para praktisi seni pertunjukan, untuk bertemu, berkonfrontasi, mengelaborasi, dan menyerap pengetahuan terbaru. Dalam penyelenggaraan yang pertama tahun ini, konferensi dilaksanakan seluruhnya dalam format daring pada tanggal 10,17, 23, 24 September 2020. 


Sebagai pembuka pada tanggal 10 September, dua keynote speaker akan tampil untuk berdialog mengenai Kajian Pertunjukan di Indonesia. Kedua keynote speaker tersebut adalah Dr. Lono Simatupang, antropolog dan Kepala Jurusan Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa Sekolah Pascasarjana UGM, yang akan berdialog dengan Ugoran Prasad, Garasi Performance Institute dan kandidat Doktor di The Graduate Center, City University of New York. 


Keduanya mewakili generasi yang berbeda dalam perkembangan kajian performance studies di Indonesia. Dr. Lono dan Ugoran akan mencoba membuat pemetaan lintasan perkembangan performance studies di Indonesia baik sebagai metodologi riset, maupun sebagai tatapan estetika, serta kemungkinan-kemungkinan pengembangannya di masa depan. 


Selanjutnya pada malam harinya, kita akan menuju ke Indonesia Timur, menyaksikan bagaimana seni difungsikan sebagai modus rekonsiliasi konflik bagi anak-anak muda Ambon di Ambon Art Walk yang digagas oleh Paparisa Ambon Bergerak (peraih Hibah Perdamaian Kelola 2018), yang akan disertai dengan tanya jawab dengan Morika Telelepta.


Setelahnya akan hadir panel-panel menarik yang membahas pertunjukan dan teater di berbagai wilayah dengan beragam kacamata. Para panelis datang dari berbagai wilayah di Indonesia dari Padangpanjang sampai dengan Makassar, serta menghadirkan beragam pertunjukan yang berbeda, dari mulai Topeng Malangan sampai dengan membahas teater dokumenter, dari mulai teater di Banjarnegara sampai dengan membahas pertunjukan kolaborasi internasional berbasis internet. 


Diharapkan konferensi ini dapat menjadi katalis untuk memperkuat aspek produksi pengetahuan dalam dunia seni pertunjukan Indonesia, dari sana diharapkan konferensi dapat memberi sumbangan untuk memajukan kesenian Indonesia. Konferensi Pertunjukan dan Teater didukung oleh ISI Pascasarjana Yogyakarta, Yayasan Umar Kayam, Festival Kebudayaan Yogyakarta, dan Indonesia Dramatic Reading Foundation. 


Untuk informasi registrasi dan jadwal lengkap bisa kunjungi : http://konferensipertunjukandanteater.wordpress.com


Narahubung : 

  • Ficky   (WA) : 081234840697
  • Amel   (WA) : 0895364938943


Beasiswa


Konferensi Pertunjukan dan Teater 2020 juga membuka jalur beasiswa. Jadi, calon peserta bisa segera mendaftarkan diri menjadi peserta konferensi yang akan digelar tanggal 10, 17, 23 dan 24 September 2020.


Pendaftaran beasiswa dimulai dari hari ini sampai tanggal 9 September 2020. Untuk Registrasi dan Jadwal lengkap, Silahkan kunjungi https://taplink.cc/ptnkonferensi_indonesia dan klik pilihan Beasiswa

your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Advertisement

Loading...