08 July 2020

author photo

Baca Juga



PojokSeni.com - Selalu ada hal positif dalam setiap kejadian paling negatif sekalipun. Seperti pandemi kali ini, juga ada sisi positifnya yang bisa meningkatkan jumlah pertunjukan virtual dan juga seminar tentang kesenian virtual. Dalam seminggu, setidaknya ada tiga atau empat pertunjukan baik teater, tari hingga musik yang digelar daring alias virtual. Dalam waktu seminggu juga, ada lebih dari tiga atau empat seminar daring yang digelar baik dengan platform Zoom, Instagram, Facebook maupun Youtube. 

Beberapa kementerian seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga menggelar semacam kompetisi untuk para seniman agar menggelar pertunjukan daring. Maka pertunjukan daring semakin banyak jumlahnya. Untuk dua kementerian tersebut, total ribuan pertunjukan daring yang diikutkan dari seluruh Indonesia.

Jumlah seniman juga meningkat tajam dengan nyaris 50 ribuan seniman dari seluruh Indonesia mendaftar ke penerima "subsidi" seniman terdampak Corona. Beberapa di antaranya adalah seniman yang aktif, sedangkan beberapa lainnya tercatat sebagai guru honorer seni, lulusan sekolah seni dan sebagainya. 

Pandemi Covid-19 memang menyebabkan seniman menjadi salah satu pihak yang terdampak secara ekonomi. Tidak bisa menggelar pertunjukan, pementasan, event dan sebagainya membuat sebagian besar memilih meditasi sedangkan sebagian yang lain memilih pertunjukan virtual.

Tapi, bicara tentang pertunjukan tentunya bicara tentang kualitas, kesempurnaan artistik serta estetika. Nah, apakah hal tersebut juga ikut meningkat seiring meningkatnya jumlah pertunjukan, serta seminar ini? Meski beberapa di antaranya merupakan karya "naluriah" dan dadakan, tapi setidaknya masih banyak juga yang menggelar pementasan dengan serius dan persiapan yang matang. Bahkan mempertimbangkan sisi lain seperti pencahayaan, kostum dan sebagainya.

Jangan lupa juga, beberapa pertunjukan berbudget besar dan tiket yang cukup mahal, juga ditayangkan daring dan bisa ditonton secara gratis. Dengan demikian, hal itu menjadi sebuah keuntungan lain bagi para pecinta seni. 

Tapi sampai kapankah akan terus begini? Teater virtual mungkin sudah menjadi istilah lama yang kembali ditenarkan, tetapi tetap mengurangi sesuatu yang disebut "interaksi tubuh". Teater adalah salah satu seni yang menawarkan interaksi langsung, tentunya akan terasa ada yang kurang tanpa hal itu. 
your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Advertisement

Loading...