22 June 2020

author photo

Baca Juga



PojokSeni.com - Sudut pandang orang ketiga dalam sebuah cerita baik di dalam cerita pendek (cerpen), sampai novel menjadi salah satu yang paling banyak digunakan. Ciri khasnya adalah pencerita akan menceritakan dengan kata rujukan "dia/ia" sebagai tokoh. Kadang diganti dengan nama.

Perbedaan utama dengan sudut pandang orang pertama (aku) adalah pencerita kadang tidak menunjukkan sosok "dia" sebagai seorang pencerita dengan bebas. Karena "penulis" memosisikan diri sebagai orang yang berada di luar cerita tersebut.

Meski demikian, ada beberapa jenis sudut pandang orang ketiga. Pertama adalah sudut pandang orang ketiga serba tahu. Kedua, sudut pandang orang ketiga sebagai pengamat.Ketiga sudut pandang orang ketiga objektif. Dan keempat Sudut pandang orang ketiga terbatas.

Penjelasan

Sudut Pandang Orang Ketiga Serba Tahu

Dalam jenis sudut pandang yang satu ini, maka penulis akan menceritakan tokoh dengan detail. Dengan kata lain, penulis memosisikan diri sebagai seorang yang serba tahu dengan semua karakter, latar belakang, perasaan dan semua hal terkait karakternya.

Contohnya:

Sejak kecil, Prayodya memang hanya bercita-cita menjadi pemain bola. Ia bahkan memasang poster pemain bola kegemarannya di setiap sudut kamar. Tak pernah terbersit baginya untuk menjadi seorang musisi di masa depan.

Sudut Pandang Orang Ketiga Pengamat

Perbedaan utama dengan sudut pandang orang ketiga serba tahu adalah, penulis memosisikan diri menceritakan seseorang sebatas pengamatannya, atau tangkapan indranya. Ia tentu tidak tahu bagaimana perasaan dan apa yang melatar belakangi sebuah kejadian.

Contohnya:

Prayodya terlihat begitu murung sore ini. Dari tadi ia hanya menggenggam secarik kain kumal, lalu menatap sedih pada kain itu. Entah apa yang dipikirkannya, yang jelas mungkin hatinya begitu gundah. Secangkir kopi yang dibuat istrinya masih belum sedikitpun tersentuh sejak sore tadi.

Sudut Pandang Orang Ketiga Objektif

Sudut pandang yang satu ini menjadikan pencerita berada di luar. Ia menceritakan seakan-akan ia adalah seorang wartawan yang melaporkan apa yang dilihatnya. Sudut pandang yang satu ini akan memberi jarak antara pembaca dengan tokoh atau karakter dalam cerita.

Contohnya:

Prayodya terlihat kasak-kusuk membongkar lemari, hingga akhirnya ia menemukan apa yang dia cari; sebuah pistol. Dengan cepat ia menyembunyikan pistol itu di balik jaketnya, lalu dengan penuh hati-hati berjalan sambil terus menatap tajam sekeliling.

Sudut Pandang Orang Ketiga Terbatas

Sudut pandang satu ini membuat seorang penulis atau pencerita akan masuk dalam "pikiran&perasaan" tokoh sampingan. Mirip seperti jenis sudut pandang orang ketiga objektif, tapi sangat terbatas. Karena hanya masuk dalam tokoh sampingan dan melihat atau melaporkan apa yang ditangkapnya.

Contohnya:

Hammerk, polisi muda yang baru bertugas memandang Prayodya dari kejauhan. Semua gerak-gerik Prayodya baginya terlihat begitu mencurigakan.
your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

RajaBackLink.com

Advertisement

Loading...