07 May 2020

author photo

Baca Juga

Buddha Gautama

PojokSeni - Hari ini, Kamis (7/5/2020) adalah hari Waisak, hari raya bagi umat Buddha. Pemeluk agama Buddha ada banyak di Indonesia, dan agama ini juga menjadi salah satu dari 6 agama nasional yang diakui negara.

Tapi, bagi non-Buddha, ada beberapa hal yang selama ini disalahpahami. Berikut beberapa di antaranya.

1. Buddha itu Guru, Bukan Tuhan


Satu hal yang disalahpahami oleh pemeluk agama selain Buddha adalah, Buddha yang diabadikan dalam bentuk patung dan gambar itu adalah "tuhan" bagi umat Buddha. Faktanya tidak seperti itu.

Buddha, bagi pemeluk agama ini, adalah seorang guru yang telah tercerahkan. Ia mendapatkan pencerahan di bawah pohon, lalu mengajarkan kebaikan, jangan pernah memarahi orang lain, jangan membenci orang lain dan teruslah belajar agar menjadi pintar dan terhindar dari kebodohan.

Buddha mendapatkan pencerahan tingkat tinggi di pohon Bodhi. Pohon bodhi ini masih tetap dijaga oleh umat Buddha dan dikunjungi hingga hari ini.

Bila Buddha bukan Tuhannya, lalu siapa Tuhannya? Yah, Tuhan tetap satu dan menciptakan dunia serta seisinya, termasuk menurunkan Buddha. Kebanyakan dari mereka percaya satu hal bahwa Tuhan itu tidak mengganggu kehidupan manusia.

2. Tidak Ada Hari Khusus ke Kuil  


Perbedaan Buddha dengan agama selain Buddha yang juga cukup unik adalah tidak ada hari tertentu untuk pergi ke kuil atau vihara. Tidak seperti agama lainnya yang memiliki satu hari yang dikhususkan untuk ke tempat ibadah, maka umat Buddha bisa kapan saja mengunjungi kuil. Yah, mereka mengunjungi kuil di saat mereka bisa.

3. Total ada 29 Buddha

Buddha Maitrya

Guru yang tercerahkan ini totalnya ada 29 orang, dan baru 28 di antaranya yang turun. Buddha Gautama yang dikenal banyak orang non-Buddha ini adalah Buddha yang ke-28. Buddha yang pertama adalah Buddha Tanhankara, sampai akhirnya menuju ke Buddha ke-28 yakni Buddha Gautama.

Masih ada seorang Buddha lagi yang akan lahir, bernama Buddha Maitreya. Ketika kedatangan Maitreya, berarti nantinya ajaran sang guru tercerahkan Buddha Gautama akan tidak lagi dipraktikkan.

Ada banyak orang yang mengklaim, juga diklaim sebagai Maitreya. Salah satu yang paling ternama adalah Adi Da Samraj yang meninggal di Newyork tahun 2008 silam. Tahun 613, seorang biksu bernama Xiang Haiming juga mengklaim dirinya Maitreya lalu berhasil menjadi kaisar.

4. Fakta Tentang Buddha Gautama


Di depan patung Buddha Gautama, orang-orang akan memberikan bunga, baik ditanam maupun ditaburkan. Bunga itu ternyata untuk memberi tahu bagi manusia bahwa mereka tidak akan hidup selamanya.

Buddha Gautama, hingga akhir hayatnya hanya menyebarkan agama Buddha lewat mulut ke mulut, ukiran di batu dan tulisan-tulisan.

Bila Anda melihat dengan jelas patung Buddha Gautama maka terlihat beberapa hal yang paling khas dari patung Buddha Gautama, yakni telinga besar, kepala besar, titik di tengah dahi dan jari yang panjang.

Ternyata, ada banyak yang disampaikan lewat ciri khas patung Buddha tersebut. Titik di tengah dahi menggambarkan kekuatan dan mata yang bisa melihat semua, meski mata asli tertutup. Kepala Buddha cenderung berukuran besar, untuk menunjukkan cerdas dan bijaksana. Jari panjang Buddha untuk menggambarkan bahwa sentuhan dari ujung-ujung jari sang guru yang tercerahkan ini telah membantu banyak orang. Dan telinga besar menunjukkan bahwa Pangeran Siddharta telah mendapatkan "pendengaran" untuk peningkatan kesadaran dan pencerahan baginya.

Demikian fakta menarik tentang agama Buddha. Selama hari raya Waisak bagi umat Buddha di seluruh Indonesia.
your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Advertisement

Loading...