15 January 2020

author photo
Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat yang viral

pojokseni.com -  Foto dua orang di atas sedang viral di dunia maya.

Warganet (khususnya Indonesia) terus membicarakan dua orang yang kemudian diketahui bernama/bergelar Sinuhun Totok Santosa Hadiningrat dan istrinya Kanjeng Ratu Dyah Gitarja.

Lebih menarik lagi, nyaris seluruh daratan di dunia ini adalah wilayah dari Kraton Agung Sejagat.

Hal inilah yang menjadikan banyak warganet yang menceritakan tentang "kerajaan" satu ini.

Posisi Kraton

Gapura Keraton di Desa Pogung Juru Tengah

Kraton Agung Sejagat ini terletak di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Purworejo, Jawa Tengah.

Lebih spesifik lagi, berada di RT 3/RW 1.

Bahkan, Totok Santosa Hadiningrat yang dipanggil Sinuhun itu adalah mantan Sekretaris Desa setempat.

Setelah sempat menjabat Sekdes, ia memilih mundur dan mendirikan "kerajaan" tersebut, seperti diwartakan SindoNews.

Ditangkap Polisi


Hari Selasa (14/1/2019) kemarin, dua orang pimpinan Keraton Agung Sejagat ditangkap polisi setempat.

Pasal yang dituduhkan pada keduanya adalah penipuan dan keonaran.

Sebelumnya, warga setempat terus melaporkan keresahan akibat kegiatan yang digelar dua orang itu berikut para pengikutnya.

Tercatat, pengikut di "kerajaan" itu mencapai 425 orang.

Polda Jateng, seperti diwartakan DetikNews, bergerak cepat menangkap raja dan ratu dari kerajaan yang mendadak berdiri belum genap sepekan itu.

Sebelumnya, sepekan lalu raja dan ratu itu memimpin upacara semacam kirab di dekat "istana" mereka.

Warga Ramai Kunjungi "Istana" Karena Penasaran

Wilayah dalam kompleks keraton

Setelah raja dan ratunya tertangkap, warga dari berbagai daerah justru ramai berkunjung ke istana kerajaan ini.

Banyak pengunjung mengatakan kedatangan mereka ke Desa Pogung Juru Tengah ini karena penasaran.

Hasilnya, mereka menemukan sebidang tanah cukup luas yang dikeliling tembok batako.

Lengkap dengan gapura yang cukup tinggi, kolam, pendopo dan halaman yang luas.

Juga ada sebuah prasasti berbentuk batu yang dilengkapi dengan jejak kaki.

Lahan yang dijadikan istana itu, menurut penasihat keraton itu, Resi Joyodiningrat Chikmawan, merupakan janji Kerajaan Mataram 500 tahun yang lalu yang harus diberikan pada mereka.

Tentunya, banyak yang masih penasaran bagaimana sebenarnya cerita dari kerajaan yang tiba-tiba berdiri dan mengklaim wilayah nyaris satu dunia itu. (ai/pojokseni.com)
your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Loading...

Advertisement