30 December 2019

author photo

Baca Juga

Suprapto Suryodarmo berpulang (foto Tribun Solo)

pojokseni.com - Suprapto Suryodarmo (73), seniman tari asal Solo meninggal dunia di Rumah Sakit dr Oen, diduga karena serangan jantung. Seniman kelahiran Kampung Kemlayan Solo ini dikenal sebagai maestro tari dan memperkenalkan meditasi gerak bertajuk Joget Amerta.

Sekilas tentang Mbah Prapto (panggilan akrabnya), beliau dikenal sebagai penganut gerak bebas, berbeda dengan penari biasanya. Ia mempelajari berbagai jenis tari, mulai dari tari Jawa. Kemudian, ia mempelajari beberapa jenis silat, bahkan silat asal Tiongkok, Kungfu juga dipelajarinya.

Kemudian, ia mempelajari meditasi Buddhis atau Vipassana. Untuk melengkapinya, ia juga mempelajari relaksasi Jawa atau Sumarah. Keduanya mampu mengeksplorasi kesadaran manusia dengan alam. Paduan dari gerak dan spiritual yang menjadikan ratusan seniman mendatangi dirinya dan mendapatkan pencerahan.

Joget Amerta yang dikenal banyak orang, ternyata tidak berisi gerak saja, tapi juga ada meditasi, puasa dan sebagainya. Geraknya diadopsi dari gerakan sehari-hari, yang dijadikan dasar Joget Amerta. Lewat Joget Amerta, orang-orang yang belajar dengan Mbah Prapto diminta untuk merespon dirinya, lingkungan sekitar dan atmosfir di sekitarnya.

Joget Amerta dan berbagai sentuhan tangan dingin Mbah Prapto menjadi warisan yang tak ternilai harganya. Meski demikian, Indonesia kembali kehilangan sosok manusia terbaiknya. (ai/pojokseni.com)
your advertise here

1 komentar:

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Advertisement

Loading...