05 September 2019

author photo


pojokseni.com - Kompetisi Karya Trimatra Salihara adalah kompetisi seni rupa tiga dimensi yang terselenggara secara tiga tahunan sejak 2013. Melalui kompetisi ini panitia membuka kesempatan kepada bakat-bakat baru dalam khazanah seni rupa hari ini untuk berkreasi.

Panitia juga memberikan hadiah menjadi seniman mukiman (artist in residence) di Eropa dan Asia kepada para pemenang. Hal itu menjadi kesempatan bagi para seniman muda untuk memperkaya pengalaman. Dua pemenang edisi sebelumnya, Faisal Habibie (2013) dan Suryo Herlambang (2016) kini menjadi penting di kancah seni rupa kontemporer Indonesia.

Pada edisi ketiga ini, Salihara mengusung tema “Speed/Laju”. Frase yang berarti laju dalam segala kemungkinan: perubahan cepat dalam seni rupa, ilmu pengetahuan, teknologi dan lingkungan hidup. Sejak pendaftaran dibuka pada Desember 2018, Salihara telah menerima 202 konsep karya seni dari seniman di berbagai daerah di Indonesia.

"Karya-karya yang masuk ternyata memberikan ragam tafsir yang tak terduga dan bentuk yang begitu kaya," tulis Salihara dalam rilis persnya pada PojokSeni.


Dewan Juri edisi kali ini terdiri dari Heri Pemad (Direktur Artistik Art Jog), Chitra Subijakto (Desainer Fesyen), Yori Antar (Arsitek) dan Aprina Murwanti (Kepala Edukasi dan Program Publik Museum Macan) dan Asikin Hasan (Kurator Seni Rupa). Dengan beragam latar belakang profesi Dewan Juri, Salihara mengharapkan adanya pengayaan dimensi dalam penilaian karya seni rupa mutakhir.

Adapun proses penjurian yang telah berlangsung dari April 2019 terdiri dari dua tahap: dwimatra dan trimatra. Berdasarkan 202 konsep dwimatra yang masuk (187 konsep di antaranya lolos seleksi administrasi), Dewan Juri memilih 37 peserta untuk mengirimkan karya trimatra mereka. Setelah itu Dewan Juri menyaring siapa saja yang berhak menjadi finalis Kompetisi Karya Trimatra Salihara 2019.

Pameran ini menampilkan 24 karya terbaik pilihan Dewan Juri dari 202 karya yang masuk dalam kompetisi Karya Trimatra Salihara 2019. Tapi dari 24 karya tersebut hanya ada tiga pemenang terbaik dari seluruhnya. Siapakah pemenang Kompetisi edisi kali ini?

Ketiga pemenang akan diumumkan pada saat pembukaan pameran di Galeri Salihara pada Sabtu, 07 September 2019, 16:00 WIB. Pameran ini berlangsung untuk umum sampai 28 September 2019, disertai sejumlah bincang seni yang membahas proses kreatif para finalis dan proses sebagai seniman mukiman yang pernah dialami oleh juara edisi sebelumnya. (rp/pojokseni.com)

Info Acara:


Perupa: 24 Finalis Kompetisi Karya Trimatra Salihara 2019
Pembukaan: Sabtu, 07 September 2019, 16.00 WIB | Pameran: 08-28 September 2019, Selasa-Minggu, 11.00-20.00 WIB

Pameran terbuka untuk umum
Senin-Sabtu: 11:00-20:00 WIB
Minggu: 11:00-15:00 WIB
Hari libur nasional: Tutup
your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Advertisement