20 January 2019

author photo

Baca Juga

Ini alasan kenapa Anda harus bangga menjadi seorang narablog

pojokseni.com - Anda sudah mengenal istilah narablog, bukan? Sekilas tentang narablog, istilah ini diperkenalkan sekitar tahun 2009, sebagai pengganti istilah "blogger" atau orang yang beraktivitas di blog. Blog berasal dari kata "web log" yang kemudian lebih sering disingkat blog, yang berarti "catatan web".

Kata "nara" dalam Bahasa Indonesia berarti orang. Ada banyak kata yang menggunakan frase "Nara" yang menunjukkan orang sebagai subjeknya. Misalnya narapidana, narasumber, narahubung, dan sebagainya. Jadi, "blogger" dalam Bahasa Indonesia ditranslasi menjadi "narablog".

Lantas apa untungnya menjadi seorang narablog atau blogger?

Narablog, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Superhero tanpa tanda jasa

Ternyata, narablog adalah seorang pahlawan tanpa tanda jasa. Narablog telah menjadi guru di era milenial ini. Kenapa? Tentunya apabila menemui masalah, jalan buntu dan sebagainya, Anda akan segera bertanya pada "Mbah Google".

Dari kolom pencarian, kemudian mengetikkan kata kunci, kemudian hadir ribuan sampai jutaan jawaban. Bila Anda jeli melihat, Anda akan menemukan fakta bahwa sebagian besar dari jawaban yang Anda temukan berasal dari narablog.

Sangat mungkin, bila tidak ada narablog di dunia ini, Google hanya akan berisi berita dan toko daring saja.

Sumbangan para narablog di dunia, termasuk di Indonesia sangat membantu semua orang. Narablog dengan bakat dan minat masing-masing, tentunya akan memilih tema (niche) blog yang berbeda-beda. Narablog yang hobi jalan-jalan akan memilih traveling sebagai tema blognya, begitu juga narablog yang gemar kuliner. Dan, apapun tema yang Anda cari, maka tulisan narablog di bidang tersebut yang akan membantu Anda.

PojokSeni memilih kesenian sebagai tema, mulai dari sastra, teater, tari, musik dan film menjadi bahasan utama di blog ini. Bila Anda mencari jawaban dari hal-hal yang berkaitan dengan kesenian, sangat mungkin Anda akan terdampar di blog ini.

Tapi, berbeda dengan guru (dalam arti sesungguhnya) yang mendapat tunjangan, sertifikasi dan kenaikan pangkat berkala, narablog justru tidak. Tak ada penghargaan, kecuali kalau blog yang bersangkutan mendapat juara lomba. Karena itu, pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya di era teknologi 4.0 ini salah satunya adalah narablog.

Ini alasan pertama, kenapa Anda harus bangga menjadi narablog. 

Mendapatkan Penghasilan Tambahan

Mendapatkan penghasilan tambahan

Sejumlah narablog yang mengetahui cara dan teknik untuk mendapatkan uang juga akan menjadikan blognya sebagai ladang penghasilan tambahan. Ada berbagai cara mendapatkan penghasilan tambahan dari blog, seperti iklan (baik iklan dari Google, pihak lainnya, termasuk iklan mandiri), juga ada pendapatan dari content placement (konten berbayar), menjual produk dan lain sebagainya.

Untuk itu, tidak cukup sekedar menulis, narablog juga musti terus belajar. Belajar untuk memahami lebih dalam terkait tema blognya agar terus menghasilkan tulisan berkualitas, di sisi lain juga belajar tentang SEO (Search Engine Optimization) agar artikelnya dapat tempat utama di pencarian mesin pencari. Tujuannya, tentu meningkatkan jumlah kunjungan ke blognya yang berujung ke semakin besarnya pendapatan.

Ini keuntungan kedua, karena menjadi narablog menjadikan Anda sebagai orang yang akan terus belajar meningkatkan kemampuan dan pengetahuan. Hasilnya, Anda akan menjadi orang yang lebih baik setiap harinya. Semakin bangga menjadi narablog, bukan?

Tahun 2015, pertama kali seorang teman mengenalkan cara mendapatkan uang lewat blog pada PojokSeni. Tentu saja, kami yang awalnya hanya ingin menulis dan berbagi, mencoba yang ditawarkan tersebut.

Lalu, sejak 2017, PojokSeni mulai membuka tawaran terhadap Content Placement, iklan mandiri dan tentunya iklan dari Google Adsense.

Memperkenalkan Karya atau Produk

Memperkenalkan karya atau produk

Bila blog sudah memiliki banyak kunjungan, maka mengenalkan karya atau produk menjadi lebih mudah. Apabila memiliki produk, tentunya bisa menawarkan ke ribuan pembaca yang hadir ke blognya, dengan kemungkinan pembeli yang cukup besar. Ini berujung ke besarnya pendapatan juga.

Sedangkan karya, penulis kebetulan berprofesi sebagai seniman teater dan penulis novel, naskah drama serta buku. Memiliki blog yang banyak pembaca sangat membantu bagi penulis untuk mengenalkan karyanya. Sebagai contoh, ada tiga naskah buatan penulis antara lain naskah monolog "Lagu Pak Tua" dan "Sidang Jembatan" ditambah naskah drama "Pelukis dan Wanita" yang diperkenalkan lewat PojokSeni.

Hasilnya, ketiga naskah itu banyak dipentaskan oleh grup teater lain, seperti Monolog Lagu Pak Tua yang dipentaskan oleh Teater AIR Jambi, Monolog Sidang Jembatan yang dipentaskan oleh Jurusan Sastra Unnes Semarang dan Drama Pelukis dan Wanita dipentaskan di Surabaya. Selain itu, juga masih banyak naskah drama lain yang dipentaskan di sejumlah tempat di Indonesia. Selain membantu, karya kita juga dihargai banyak orang. Salah satu hasilnya, penulis dipilih menjadi profil pemuda inspiratif di Bengkulu pada peringatan Sumpah Pemuda tahun lalu versi Antara.

Tidak hanya itu, karya di panggung teater juga dipromosikan dan diperkenalkan lewat blog. Karena itu, sanggar teater yang didirikan penulis (Sanggar Teater Senyawa Curup) juga bisa mengembangkan jaringan dan menambah teman, termasuk promosi sebelum pementasan.

Memiliki Banyak Teman

Menambah teman

Sebagai narablog, tentunya Anda juga akan bertemu dengan teman seprofesi di dunia maya, maupun di dunia nyata. Penulis berkesempatan mengikuti malam penganugerahan juara lomba blog Kemdikbud 2018, beberapa waktu yang lalu di Jakarta. Di lokasi itu, penulis juga bertemu dengan 30 finalis lomba blog yang berasal dari Aceh sampai Papua. Bahkan penulis juga mendapat "saudara angkat" dari Ambon dan Padang.

Menambah teman, sampai menambah saudara menjadi bonus bagi seorang narablog atau blogger. Semakin banyak kita memiliki pembaca, maka potensi menambah teman dan saudara juga akan semakin banyak.

Menjadi atau Menambah Portofolio

Menjadi atau menambah portofolio

Tentu tulisan-tulisan yang sudah Anda publikasikan bisa menjadi portofolio untuk mendaftar kerja, mengikuti seleksi penulis, mencari pekerjaan sebagai freelance (pekerja lepas) dan sebagainya.

Penulis berkesempatan mendapatkan sejumlah proyek menulis daring dengan menggunakan portofolio dari blog. Tidak hanya itu, portofolio grup teater yang ditulis di blog juga menjadikan penulis mendapat kesempatan untuk mengikuti Magang Nusantara Yayasan Kelola untuk seniman tahun 2018 ini di Lampung, menjadi 30 calon penerima bantuan Ruang Kreatif Bhakti Budaya Djarum Foundation, serta grup teater penulis juga mendapatkan banyak job panggung karena sering dipromosikan lewat blog dan sosial media.

Ini keuntungan selanjutnya, masih belum bangga menjadi narablog?

Sekarang, apakah Anda juga tertarik menjadi narablog? Apalagi membuat blog juga tidak dikenakan biaya dan membuatnya juga cukup mudah. Untuk mempelajari bagaimana mempercantik blog, belajar teknik SEO, mengembangkan blog, mendapatkan penghasilan dari blog dan lain sebagainya, Anda tinggal mengetiknya di Google.

Hasilnya, tentu jawaban dari para narablog lainnya dapat menuntun Anda untuk menjadi seorang narablog yang baik. Jadi, jangan ragu untuk menjadi seorang narablog. Dan, bagi yang sudah menjadi narablog, tentunya musti bangga dengan profesi Anda di era milenial ini.

Ada sekitar 143 juta orang di Indonesia adalah pengguna internet. Sebagian besar dari mereka mengandalkan internet untuk pekerjaan, mencari ilmu, mencari teman dan lain-lain. Nah, menjadi narablog berarti siap untuk membantu ratusan juta penduduk Indonesia untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Jadi, kesimpulannya, kenapa tidak bangga menjadi seorang narablog di era milenial?

your advertise here

This post have 12 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

  1. Mantafff ulasannya.. Trims sdh berbagi

    ReplyDelete
  2. Setuju kak, tanpa narablog apalah arti google (eaaa)hehehe

    ReplyDelete
  3. Hai kak Adhy, salam kenal ya! Setuju banget deh dengan poin-poin di atas hehe :) semoga terus berkarya dan bermanfaat!

    ReplyDelete
  4. Mantapp..
    sangat memotivasi agar tetap semangat ngeblog.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk, teman.. tetap semangat nge-blog...
      Salam hangat

      Delete
  5. Narablog, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, wah keren sekali sampai seperti sebutan para guru. Jadi namanya sudah gak blogger lagi ya? sudah jad narablog?

    ReplyDelete
    Replies
    1. tetap blogger untuk globalnya, setelah ditranslasi ke bahasa Indonesia jadi Narablog...

      Delete
Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Advertisement

Loading...