Timbuktu, Warisan Kejayaan Islam yang Terancam Punah -->
close
Satria Marcelino
14 August 2018, 8/14/2018 11:31:00 AM WIB
Terbaru 2018-08-14T04:31:54Z
Artikel

Timbuktu, Warisan Kejayaan Islam yang Terancam Punah

Advertisement
Timbuktu (Momo Africa)
pojokseni.com - Timbuktu, Afrika Barat, mungkin terdengar asing bagi beberapa dari kita. Tapi, kota ini telah masuk Daftar Warisan Dunia sejak tahun 1988, jauh dari masa keemasannya beberapa abad silam.

Timbuktu dulunya adalah pusat dari ilmu pengetahuan Islam. Timbuktu menjadi "rumah" untuk 25.000 mahasiswa dan juga madrasah. Dari abad ke-13 hingga 16, "rumah" ini berperan seperti layaknya mata air dalam menyebarkan pengaruh Islam hingga ke seluruh Afrika.

Berbagai teks suci Islam dibawa ke tempat ini agar bisa dipelajari oleh para kaum terpelajar dari Kairo, Persia, Baghdad, hingga orang dari negara lain yang tinggal di Timbuktu.

Reading Manuscript (pri.org)
Beberapa ajaran Islam tersebut meliputi, astronomi, kedokteran, matematika, hingga ajaran hukum. Berbagai sumber dikumpulkan menjadi satu kemudian mulai diproduksi di Timbuktu yang akan menghasilkan manuskrip yang jumlahnya mencapai ratusan ribu manuskrip.

Walaupun sedang dalam kondisi yang terbilang sulit, Timbuktu memiliki banyak catatan tertulis berkaitan dengan sejarah Afrika yang harganya tak bisa dinilai dengan apapun.

Timbuktu Manuscript (Gulf News)
Selama bertahun-tahun, berbagai manuskrip disimpan di tempat khusus dan tersembunyi dari keramaian. Ironisnya, beberapa manuskrip telah masuk ke transaksi pasar gelap. Hal inilah yang mengancam keberlangsungan dari kehidupan Timbuktu.

Harapan banyak berdatangan, terutama harapan agar Timbuktu menjadi pusat budaya dengan tujuan untuk melestarikan berbagai koleksi yang tak ternilai harganya dan juga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung.

Salah satu dari masjid (Alamy Stockphoto)
Di Timbuktu juga terlihat tiga masjid yang menjadi lambang kejayaan dari Timbuktu itu sendiri, yaitu masjid Djingareyber, masjid Sankore, dan masjid Sidi Yahia. Tiga masjid itu juga pernah menjadi rumah bagi ilmuwan Islam, dikenal sebagai Duta Perdamaian. Itu membuktikan bahwa Timbuktu pernah menjadi salah satu tempat yang berpengaruh bagi Islam.

Memasuki abad ke-16, penjajahan dimulai. Para penjajah dari Maroko mulai melakukan pengusiran terhadap para kaum terpelajar. Jalur perdagangan lambat-laun mulai bergeser ke arah pantai dan Timbuktu pun mulai bergeser fungsinya sehingga para kaum terpelajar berpindah ke tempat lain. Diakhiri dengan kolonialisme Prancis di akhir abad ke-19 yang memberikan dampak serius terhadap kejayaan Timbuktu.

Suasana Timbuktu (brandsouthafrica.com)
Dari tahun ke tahun, kondisi Timbuktu kian memburuk. Pada tahun 1990, Timbuktu bahkan termasuk dari daftar warisan dunia yang terancam punah. Pada tahun 2005, Timbuktu kembali menempati posisi yang diharapkannya dengan cara melakukan beberapa pelestarian dan perbaikan masjid kuno. Tetapi karena konflik tahun 2012, Timbuktu kembali ke posisi yang ia tempati pada tahun 1990.

Sebagai manusia yang berbudaya, sudah seharusnya kita menjaga dan melestarikan apa yang sudah menjadi budaya kita, apalagi peninggalan yang bersejarah dan tak ternilai harganya seperti Timbuktu ini.

Dengan melestarikan budaya dan sejarah, maka anak-cucu kita nanti akan dapat menikmati dan merasakannya juga. (smc/pojokseni.com)

Ads