Ketika Karya Sastra Mengenalkan Islam pada Rendra -->
Pojok Seni
18 February 2018, 2/18/2018 09:05:00 AM WIB
Terbaru 2018-02-18T02:05:37Z
SastraSejarah

Ketika Karya Sastra Mengenalkan Islam pada Rendra

Advertisement


pojokseni.com - WS Rendra, si Burung Merak, mau tidak mau harus diakui sebagai penyair besar (bahkan terbesar) di Indonesia, pasca Chairil Anwar. Telah banyak sajak yang ditorehkannya hingga akhirnya menjadi karya monumental dan terus dikenang hingga saat ini, hampir satu dekade sejak kematiannya.

Rendra terlahir sebagai pemeluk Katholik yang taat. Lahir di Solo, pada tanggal 7 November 1935. Tetapi, ketika meninggal dunia, ia telah menjadi pemeluk Islam. Karena itu, ia diketahui telah menjauhi minuman keras, dan makan daging babi, seperti yang dilakukan pemeluk Islam di seluruh dunia. Namun, satu hal yang mengejutkan adalah, sastralah yang telah membawa dan mengenalkan Islam pada Rendra.

Rendra pernah bercerita pada Ajip Rosidi, tentang kegelisahaannya mencari Tuhan. Ia bahkan pernah mempelajari sejumlah agama, mulai dari agama yang dipeluknya sejak baru lahir, Katholik, hingga Budha, Hindu, dan sebagainya.

Sampai akhirnya, ia dikenalkan dengan naskah sastra berjudul Barjanzi, karya Sayid Ja'far al-Barzanji. Isinya adalah sajak-sajak doa dan pujian untuk Rasullullah SAW. Karya sastra inilah yang mengenalkan Rendra pada Islam, dan akhirnya menjadikan ia jatuh cinta. Rendra bahkan mementaskan naskah tersebut bersama Bengkel Teater Rendra, ke beberapa kota di Indonesia. Hasilnya, pementasan tersebut mendapat banyak pujian, baik dari penonton maupun dari kritikus.

Menurut beberapa sumber, adalah Syu'bah Asa, yang merupakan mahasiswa di IAIN Sunan Kalijaga bergabung ke Bengkel Teater Rendra. Saat menjadi anggota itulah, Syu'bah mengenalkan naskah tersebut pada Rendra. Pengalaman mementaskan karya tersebut yang disebut-sebut memberi pengalaman batin pada Rendra, sampai akhirnya memeluk Islam.

Rendra akhirnya masuk Islam, dan mengucapkan syahadat di rumah Taufik Ismail. Beberapa saksi saat itu antara lain Taufik Ismail, Ajip Rosidi dan KH Ghafar Ismail. Setelah itu, nama WS Rendra yang awalnya Wilibrordus Surendra Broto berubah menjadi Wahyu Sulaiman Rendra.

Rendra disebut masuk Islam pada tahun 1970. Namun, seorang peneliti sastra Indonesia, Harry Aveling menuliskan bahwa Rendra dan istrinya keluar dari Katolik pada tahun 1968. Berarti ada sekitar 2 tahun, Rendra dan istrinya masih memantapkan diri untuk mencari agama yang tepat untuk mereka. (ai/pojokseni)