Catatan Dari Festival Drama Universitas Bengkulu -->
close
Pojok Seni
29 October 2016, 10/29/2016 03:26:00 PM WIB
Terbaru 2016-10-29T08:28:04Z
eventMedia Patner

Catatan Dari Festival Drama Universitas Bengkulu

Advertisement
Festival Drama Semarak Bulan Bahasa UNIB
pojokseni.com – Peserta lomba drama, yang merupakan salah satu cabang dari rangkaian event semarak bulan bahasa Universitas Bengkulu, berhasil menampilkan banyak hal yang baru. Hanya saja, seperti dipaparkan salah seorang dewan juri, Emong Soewandi, kurangnya latihan membuat penampilan tersebut menjadi kurang maksimal.

"Peserta sudah bagus dan menampilkan yang terbaik, sayangnya kita harus sadari bahwa latihan yang kurang maksimal menjadikan penampilan mereka menjadi tidak maksimal," kata Emong.


Salah satu pertunjukan dalam event tersebut
Acara tersebut digelar pada tanggal 29 Oktober 2016, di Laboratorium Bahasa, Universitas Bengkulu. Lomba ini sempat mengalami kemunduran jadwal, yang semula direncakan pada tanggal 19 Oktober 2016. Dewan juri yang dihadirkan dalam kegiatan ini adalah tiga orang seniman Sumatera yang masih terus menjaga eksistensi berkesenian mereka. Diantaranya, Ibrahim Ilyas dari Padang, Sumatera Barat, Edi Ahmad dari Kota Bengkulu, dan Emong Soewandi dari Kepahiang, Provinsi Bengkulu.

Penanggung jawab acara, Amrizal M.Hum mengakui adanya kemunduran jumlah peserta, dibandingkan event serupa tahun lalu. Hal ini, terang Amrizal, dikarenakan kurangnya dukungan dari UNIB untuk acara tersebut. “Dana yang diberikan dari universitas ke kegiatan lomba drama sangat kurang dari dana yang diajukan, hal inilah yang membuat acara ini sepi peminat. Selain karena faktor persiapan dari panitia yang kurang,” ungkap Amrizal.


Dewan juri, dari kiri Edi Ahmad, Ibrahim Ilyas dan Emong Soewandi.
Sanggar Laksana berhasil meraih juara satu dalam event ini. Sementara Teater Dwi Sastra meraih juara dua. Juara ketiga diraih oleh Sanggar Flores, sedangkan harapan satu diraih oleh Sangggar Butterfly. Terakhir, Sanggar Raflesia meraih juara harapan dua. Pemeran manusia bayangan dari Sanggar Flores berhasil menyabet gelar aktor terbaik, sedangkan pemeran Upi dari Teater Dwi Sastra mendapat gelar aktris terbaik. Nama Enisa Lestiani, sutradara dari Sanggar Laksana menyabet gelar Sutradara terbaik dalam perhelatan ini.

Sementara salah satu juri, Ibrahim Ilyas menyebutkan bahwa perkembangan teater di Bengkulu sudah cukup baik. Hal itu dilihat dari  banyaknya grup-grup teater yang muncul dalam kegiatan tersebut, walaupun masih belum dikukuhkan. 

"Tapi sangat disayangkan yang tampil diperlombaan ini hanya sebagian kecil dari sekian banyak grup teater yang ada di Bengkulu. Entah karena apa," pungkas Ibrahim Ilyas. (its/pojokseni.com)

Ads