26 September 2015

author photo

Baca Juga

Ilustrasi

Catatan Seorang Gigolo
                                             LENGUH CINTA YANG TERJUAL                                           Oleh : Rizal (Nuu Dee)

Ayun kaki membelah sepi
Berpacu dengan sombongnya waktu
Terbesit tanya pada kegelapan malam
Apa dia menunggu ?

Pohon berlarian seperti mengerti
Aku tahu,
Dia Menunggu”
Di batas kota menanti dengan dahaganya
Nafsu, birahi membuncah membuat bisu

Sebuah simpul senyum tergaris
Hambar di sudut bibir
Melihatnya, mengingat jiwa  yang sudah mati
Berjuang atasi kenyataan diri 
Warna pelangi sudah kusam 

Malam ini, 
Mereguk indahnya cinta sesaat
Berpacu birahi bersama
Di atas tubuh ini, berjuang panjang
Tersendu menyelami kalbu
Debarkan sukma yang palsu penuh pilu

Sinar bulan kuning keemasan
Bertabur bintang di antara rembulan
Langit mengutuk tak percaya
Bermandikan keringat
Lepaskan hasrat

Debu menderu memaki suatu keikhlasan diri 
Kokok ayam jantan tlah kabarkan pagi
Subuh sebentar, aku harus pergi
Membawa nista dan hina abadi
Namun, Belaian itu kan tetap ada
Tergurat dalam setiap nafas kehidupan
Terukir, lenguh cinta yang terjual


“hati kecil berbisik, untuk kembali padanyaSeribu kata menggoda, seribu sesal di depan mataSeperti menjelma, waktu aku tertawaKala memberimu Dosa”  By. Iwan Fals
Ilusi

I L U S I
Oleh : Rizal (Nuu Dee)

Senja ini kau berjalan susuri lekuk pantai
Deru debur ombak riuh memekik alam
Disitu kau sendiri ya sendiri
Debar menanti kabar berlabuh

Berputih mata belum sampai jua
Pusaka tua lapuk tak terlihat
Kau siramilah, hati mulai mati
Kekuatan pasak jiwa akan rapuh

Lihatlah sayang
Aku di sini bukan Ilusikan penantian
Tiada letih menantikan merapihkan buih
Mencari bayangmu jauh di dasar gelombang

Tabahnya semangat lusi kan sua
Mata membuncah berbicara
Harap pudar sesal tlah berlalu
Biarlah tercipta nisan disudu hati


TIGA RASA
Oleh : Rizal (Nuu Dee)


Awan hitam berarak menyelimuti alam semesta
Berhenti bertengger diam di kaki bukit nan terjal
Titik air jatuh terhempas di tanah nan kering kerontang
Hilang di telan panasnya bumi di musim kemarau

Gemercik air diselah bebatuan
Mengalunkan irama kerinduan
Rembulan separoh menampakan kesedihan
Terhibur siulan seekor burung malam

Aku duduk bersimpuh dipinggir tempat tidur
Wajah tersembunyi di balik lipatan tangan
Dendam, Pedih, Rindu
Terus berkecamuk 

Lengan mulus berbulu tipis basah di aliri air mata
Jemari pun lentik meremas lipatan kain sprei
Yang bercorak mawar merah
Seakan tak rela pada sebuah keadaan

Perlahan ku angkat wajahku
Memandang ke arah jendela kamar yang terbuka
Wajah sendu ber-urai air mata
Namun masih menyisakan goretan ke-ayuan

Di luar, bulan separuh
Seakan merasakan kesedihan hati yang mendalam
Bibir pun tergaris simpulan senyum
Ketika sebuah bintang berekor
Melesat panjang di atas langit-langit hitam

Mata terpejam, Bibir begerak memohon
sesuatu kepada yang Maha Kuasa
Ya Tuhan sampaikan
Angin kerinduanku padanya yang kucintai

Tentang Penulis :

Nama Lengkap : GUSRIZAL
Nama Panggung : Nuu Dee
Tempat, Tanggal Lahir : Padang Panjang, 9 Agustus 1992
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Kewarganegaraan : Indonesia
Agama : Islam
Status : Belum kawin
Alamat : JL. Mr. M Roem No. 29 RT. 005 Kel. Guguk Malintang. Padang Panjang
Berkenalan dengan Penulis bisa melalui :
HP : 085374799399
Email : cz.deenz@gmail.com
Facebook : www.facebook.com/ndudzp (Nuu Dee)


Ingin Puisi/cerpen/cerbung dll karya anda dipublikasikan di situs ini? KLIK DISINI
your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Advertisement

Loading...