06 January 2015

author photo

Baca Juga


(Sekitar tahun 1875-1915)

pojokseni.com - Evolusi Teater, selama masa permulaan dimulai dengan munculnya tren kontemporer terhadap realisme yang membuat adanya banyak perubahan dalam dunia teater. Richad Wagner, misalnya, sebagai salah satu tokoh yang menyuntikkan teater dengan tren kontemporer. Berdasarkan berbagai catatan yang dikumpulkan tim pojokseni.com, ia dikenal sebagai pencipta teater festival. Ia juga merancang teater tanpa pembagian kelas, tanpa perbedaan. Selain Wagner, muncul juga Jerman George II, Duke of Saxe-Meiningen. Ia dikenal sebagai salah satu sutradara yang paling terkenal di masa awal teater modern. Salah satu idenya yang paling fenomenal, ia merancang semua kostum, artistik dan property yang digunakan oleh para pemainnya. Ia juga yang menerapkan jadwal latihan dengan waktu yang panjang demi tercapainya sebuah pertunjukan yang bagus. Ia meminimalisir adegan keramaian, dengan membuat tokoh dalam jumlah sedikit namun mencitrakan sebuah pertemuan yang besar.

Di Amerika, muncul sutradara teater terkenal lainnya, Belasco. Ia tampil berbeda dengan mengandalkan pencahayaan untuk drama realis-nya. Desain panggung unik dari sutradara lainnya, juga didapat dari Craig dengan desain gorden untuk artistiknya. Tidak lupa juga, salah satu desain panggung favorit tim teaterpetass.com, Appia asal Swiss dengan set panggung tiga dimensi.

Heinrich Ibsen
Tokoh-tokoh pada masa awal teater modern lainnya terus bermunculan. Heinrich Ibsen yang muncul pada akhir abad ke 19, dikenal sebagai bapak Realisme Modern. Salah satu karyanya yang fenomenal adalah "A Doll House Hedda Gabler". Ia memberikan situasi yang jelas pada penonton, tanpa menggunakan narasi yang membosankan. Drama buatannya sangat simbolis dan beberapa materi dramanya dianggap kritikan terhadap situasi saat itu. Selain itu, kita tidak bisa melupakan sang penulis naskah asal Rusia Anton Chekhov. Salah satu monolog yang dipentaskan di panggung teater petass, adalah Nyanyian Angsa oleh Sanggar Teater Gending Muara Enim pada tahun 2011. (Download naskah Nyanyian Angsa oleh Anton Chekov)

Anton Chekov

Beralih ke Prancis, ada banyak lagi Dramawan dari era teater modern di sana. Sebut saja, Alexandre Dumas, penulis naskah "The Lady of the Camelias". Selain naskah itu, Dumas juga menulis naskah lainnya yang bertemakan masalah sosial. Ada juga si penulis novel, Emile Zola. Zola dikenal dengan kosep menulisnya yang berdsarkan pada temuan ilmiah era itu dan kehidupan alam sekitar. Juga ada Emile Augier yang menulis naskah Olympe, Segelas Air. Ciri naskah Augier dengan penuh gerakan, eksposisi yang menjelaskan situasi secara detail dan resolusi yang logis.

George Bernard Shaw

Dari Inggris, muncul Arthur Pinero dengan tulisannya The Notorius. Juga muncul William Butleryeats dengan tulisannya, Purgatory. Salah satu yang paling menonjol diera ini adalah George Bernard Shaw dengan ciri kahs tulisan satyr-nya. Naskah-naskah buatannya bertema masalah sosial dan memuat kritikan super pedas. Salah satu naskahnya ada "Laki-laki dan Senjata". Selain penulis dan sutradara, juga perlu dicatat beberapa teater yang aktif pada masa awal dari teater modren ini. Sumber yang didapatkan teaterpetass.com, ada tiga teater yang paling berpengaruh saat itu (pembaca boleh menambahkan) antara lain ; Teater du Vieux Columbier (Prancis), Teater Seni Moskow (Rusia) dan Teater Independen (Inggris). Tulisan selanjutnya, akan membawah awal dari teater modern di Indonesia. 

Jangan lewatkan : Awal Drama Masuk ke Indonesia
Jangan lupa bantu share, berbagi ilmu dengan sesama. (@pojokseni)
your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Advertisement

Loading...