Advertisement
![]() |
| Tokyo Biennale 2027 (sumber foto: situs resmi Socialdive) |
PojokSeni - Tokyo Biennale kembali membuka panggilan terbuka (open call) bertajuk "Social Dive", sebuah program yang mengundang seniman, kurator, peneliti, kolektif, dan praktisi seni lintas disiplin untuk mengembangkan proyek seni dan residensi yang lahir dari riset serta interaksi langsung dengan komunitas lokal di berbagai penjuru Kota Tokyo, Jepang.
Program ini mengajak peserta untuk menyelami kehidupan warga Tokyo secara mendalam, mulai dari kawasan kuil-kuil kuno dan bangunan kayu bersejarah, hingga distrik bisnis, stasiun kereta, serta jalanan pertokoan yang ramai. Melalui proses riset dan keterlibatan komunitas tersebut, peserta diharapkan dapat menghasilkan karya yang tumbuh dari dialog nyata dengan masyarakat setempat, bukan sekadar karya yang "ditempelkan" pada ruang publik.
Tema: From 'Me' to 'Us'
Setiap proposal yang diajukan wajib merespons tema besar biennale tahun ini, "From 'Me' to 'Us'". Tema ini menantang peserta untuk menghubungkan pengalaman personal mereka dengan kehidupan bersama masyarakat Tokyo, menegaskan posisi seni sebagai jembatan antara individu dan kolektif.
11 Lokasi Terpilih
Proyek-proyek terpilih nantinya akan dikembangkan di 11 situs yang telah ditentukan oleh penyelenggara, yaitu Toeizan Kaneiji Temple, Yushima Seido, kawasan Otemachi/Marunouchi/Yurakucho, Kyobashi, Nihonbashi, Yaesu, Kanda, Stasiun Ueno, Tokyo Dome City, Akihabara Electric Town, serta Bakurocho/Higashi-Kanda.
Karya-karya ini akan ditampilkan selama gelaran Tokyo Biennale 2027 berlangsung, yakni pada 1 Oktober hingga 11 Desember 2027, dengan durasi residensi yang fleksibel dan ditentukan bersama seniman terpilih.
Fasilitas dan Dukungan bagi Peserta Terpilih
Bagi peserta yang lolos seleksi, penyelenggara menyiapkan sejumlah dukungan, antara lain honorarium sebesar ¥100.000, biaya perjalanan pulang-pergi hingga ¥300.000, akomodasi selama berada di Tokyo, dana pengembangan proyek hingga ¥200.000, serta dukungan koordinasi venue, jasa interpretasi dan penerjemahan, hingga surat undangan resmi untuk keperluan administratif atau visa.
Siapa yang Bisa Mendaftar?
Open call ini terbuka luas bagi siapa saja yang berkecimpung di dunia seni dan penelitian, tanpa memandang kewarganegaraan, domisili, atau basis kerja. Syarat utamanya adalah pendaftar berusia minimal 18 tahun, bersedia melakukan riset, kolaborasi, dan implementasi karya secara langsung di Tokyo, serta hanya boleh mengajukan satu proposal per pendaftar.
Berkas dan Cara Mendaftar
Calon peserta perlu menyiapkan sejumlah berkas, yaitu foto profil disertai pernyataan diri (150 kata), dua visual utama karya, ringkasan proyek beserta latar belakang dan koneksinya dengan tema, deskripsi proyek secara detail (400 kata), rincian anggaran (400 kata) beserta jadwal pelaksanaan, serta CV atau portofolio maksimal lima halaman lengkap dengan tautan referensi karya.
Seluruh berkas dikirimkan melalui formulir pendaftaran daring paling lambat 30 September 2026, pukul 23:59 waktu Jepang (JST). Formulir pendaftaran dapat diakses melalui tautan berikut: forms.gle/orw4FE5ASmFH8tYLA, sementara informasi lebih lanjut mengenai program ini tersedia di situs resmi socialdive.jp/en.
Bagi para seniman dan peneliti yang ingin karyanya hadir di tengah denyut Kota Tokyo sekaligus berdialog langsung dengan warganya, panggilan terbuka Social Dive dari Tokyo Biennale 2027 ini bisa menjadi kesempatan yang sayang untuk dilewatkan.




