8 Hal yang Membuat Akting di Atas Panggung Teater jadi "Jelek" -->
close
Pojok Seni
09 July 2026, 7/09/2026 09:31:00 PM WIB
Terbaru 2026-07-09T14:31:00Z
Opiniteater

8 Hal yang Membuat Akting di Atas Panggung Teater jadi "Jelek"

Advertisement


Pojok Seni - Sudah main penuh penjiwaan, kok masih nggak berhasil menyentuh hati penonton?


Panggung teater butuh interaksi tubuh secara langsung, jadi kalau aktingnya tidak sempurna, yah penonton jadi nggak tersentuh. Mungkin kamu melakukan 8 hal yang membuat akting kita jadi jelek di atas panggung. Mungkin kamu melakukan 8 hal yang membuat akting jadi jelek di atas panggung. Apa saja?


1. Kelihatan Nunggu Giliran Ngomong


Nah, aktor di atas panggung kalau dia nunggu giliran ngomong, maka kelihatan jelas kok sama penonton. Aktornya tidak terlihat sedang mendengarkan, karena sejak awal dia berlatih dialognya, saat lawan mainnya sedang ngomong. Hasilnya, saat di atas panggung, aktor itu terbiasa untuk "menunggu" waktu ia berbicara, bukan mendengarkan lawan mainnya bicara.


2. Memaksakan tiba-tiba diam/jeda


Apakah penjedaan (pause) di atas panggung itu terjadi karena direncanakan? Bisa iya, bisa tidak. Hanya saja, perencanaan itu biasanya tergantung dengan dramatiknya.


Kalau sedang berada di puncak klimaks, tiba-tiba diam atau jeda karena seorang aktor yang memaksakannya, itu justru bukan terlihat sebagai teknik. Justru terlihat oleh penonton sebagai "ketidaksengajaan karena ada kesalahan".


3. Menampilkan emosi tanpa "mengalami"


Mungkin aktornya menampilkan tangisan, atau kemarahan, atau rasa sayang dan kebahagiaan. Tapi, hanya "menampilkan" tanpa "mengalami". Jadinya, hanya tampilan kulit tanpa daging. Hasilnya, penonton juga hanya "melihat" bukan "merasakan". 


4. Anda fokus hanya pada diri Anda bukan pada adegan


Bila aktor hanya berpikir, bagaimana saya harus terlihat, bagaimana saya harus bicara, bagaimana saya harus bergerak, tanpa berpikir "apa yang karakter ini perlu atau ingin lakukan di adegan" maka wajar aktingnya jadi sering gagal.


Ingat, penonton itu tidak datang hanya untuk menonton "kamu". Mereka datang untuk melihat keseluruhan adegan.


5. Anda tetap hadir dalam karakter yang sama di setiap adegan


Padahal setiap adegan punya atmosfer sendiri, motif setiap karakter di adegan berbeda, tentu juga bisa jadi berbeda. Kalau aktor masuk tetap dengan suara yang sama, postur yang sama, ritme yang sama, emosi yang sama... yah adegannya jadi gagal. Ingat, karakter akan terus bertransformasi seiring meningkatnya intensi dramatik.


6. Sudah memulai emosi sebelum adegan mulai


Ada aktor yang saat akan masuk adegan menangis, maka ia akan mulai menangis di luar panggung, sebelum masuk. Ada juga aktor yang mulai marah di luar panggung. Alasannya, takut tidak menangis nanti di atas panggung.


Emosi itu adalah hasil, bukan sesuatu yang tampak direncanakan. Anda marah atau Anda menangis karena sesuatu di adegan tersebut. Bila Anda sudah mulai marah, atau menangis, atau lain-lainnya, sebelum "penyebab" maka adegan itu akan jadi gagal.


7. Anda men-judge karakter Anda


Ketika Anda masuk dalam karakter (atau karakter yang masuk ke tubuh Anda) maka mulailah mengerti dan memahami karakter Anda itu. Pahami kenapa dia marah, kenapa dia menangis, kenapa dia bahagia, dan seterusnya. Saat Anda men-judge karakter Anda sendiri, misalnya... "karakter ini salah" atau "karakter ini benar"... maka itu juga akan mengubah realitas karakter tersebut di atas panggung.


8. Anda keluar dan masuk panggung, tidak ada yang berubah


Entah itu di adegan, entah itu di kepala penonton, tidak ada yang berubah sebelum dan setelah Anda keluar panggung. Padahal, setiap karakter yang dihadirkan di cerita, itu akan punya pengaruh pada alur cerita, sekecil apapun itu. Dan, permainan Anda juga terekam di kepala penonton, seberapapun waktu Anda di atas panggung. 


Semua yang disebutkan di atas, disebabkan oleh:

  • emosi palsu
  • overthinking
  • kurang persiapan
  • kurang mendengarkan
  • bermain aman
  • fokus pada diri sendiri
  • berusaha menampilkan tapi tidak mengalami
  • mengabaikan subteks dialog