Lomba Kolintang Sukses, Regenarasi Berlanjut -->
close
Pojok Seni
01 December 2025, 12/01/2025 11:36:00 AM WIB
Terbaru 2025-12-01T04:36:20Z
Artikel

Lomba Kolintang Sukses, Regenarasi Berlanjut

Advertisement



PojokSeni/Jakarta - Persatuan Insan Kolintang (PINKAN) Indonesia dan DPD Pinkan Jakarta sukses menggelar Lomba Kolintang serangkaian dengan peringatan hari pahlawan pada 10 Novermber. 


Lomba yang digelar di Auditorium Institut Bisnis Manajemen (IBM) ASMI Jakarta, menampilkan sekira 4 Grup Kolintang kategori Sekolah Dasar/Sanggar & 6 Grup kolintang Kategori SMP. 


Ketua Umum PINKAN Indonesia Penny Iriana Marsetio menegaskaan sebagaimana dilansir dari rri.co.id., bahwa lomba ini adalah gerak nyata dan penting untuk melihat kondisi perkembangan musik kolintang sedari kategori junior. Ini adalah momentum yang berkrlanjutan, pasca-pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. “Lomba ini diadakan untuk mengetahui barometer kolintang di wilayah Jakarta. Pengakuan dunia oleh UNESCO harusnya membuat kolintang semakin dikenal, bukan malah asing di negeri sendiri,” demikian tutul beliau.


Dalam amatan pewarta, lomba ini fokus pada dua kategori ini, dalam rangka pembinaan yang berkelanjutan.  Ketua Umum Ikatan Pelatih Kolintang Indonesia (IPKOLINDO) Ferdinand asoputan, S. Kom., M. Sn., didampingi Sekretaris Jenderal Rudy Matiama l, serta Bendahatara Tommy Tamburian, menyatakan bahwa dari sisi pembinaan event ini merupakan menilai stimulasi yang tepat yang kami yakini sangat diperlukan untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap musik tradisional kolintang ini. 


Seirama itu, upaya ini adalah proses yang baik untuk menyiapkan generasi muda khususnya SD & SMP agar terus mencintai kolintang. Ini adalah bagian dari proses regenerasi, di mana proses ini adalah kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, pelatih, pemain, pengrajin, pemerhati dan tentu saja pemerintah atau stakeholder lain yang terkait didalamnya.


Ferdinand menekankan bahwa pelatih adalah tokoh utama yang memegang peran sentral dalam upaya merawat dan mengembangkan musik kolintang. Pelatih sebagai ujung tombak penggerak proses pelestarian plus pengembangan kolintqng di segala penjuru.


Demikian beliau menyimpulkan: “Para pelatih merupakan power yang kuat untuk bisa melestarikan alat musik kolintang itu sendiri. Misi kami adalah merawat, menjaga, mensosialisasikan, dan mengembangkan musik kolintang di tanah air,” kata Ferdinand di tempat yang sama.


Dalam pantauan penulis, penilaian lomba berlangsung secara adil dengan adanya kategori piala bergilir serta penghargaan individu terbaik. Para peserta mengaku bangga dapat memainkan kolintang dan berharap kompetisi ini menjadi ruang berkelanjutan untuk terus melestarikan musik tradisional Indonesia.