Advertisement
Pojokseni - Parisukaria, menyampaikan rasa bangga sebagai salah satu bagian dari warga Indonesia yang akan menjalankan misi kebudayaan dari inisiasi bersama antara beberapa komunitas seni. Parisukaria adalah ruang inisiasi terbuka seniman lintas disiplin yang berdaulat atas ide dan gagasan karyanya, serta secara kreatif menggunakan berbagai medium seni (teater atau dongeng) untuk berjumpa, memetakan, menggubah, mengembangkan cerita menjadi sesuatu yang menyenangkan dan menghibur hati bagi semua orang.
Pada 17 - 23 Februari 2025, komunitas-komunitas yang tergabung dalam Parisukaria melakukan produksi kreatif bersama pentas keliling sebuah kelompok teater dari Jepang, bernama Teater Kaki Lima Puchi Mari Mari (TKLPMM). Seperti namanya, kelompok ini terinspirasi dari pola pedagang kaki lima di Indonesia yang senantiasa ramah pada semua orang untuk lebih mengenal sesuatu. Selama tujuh hari, mereka menampilkan karya teater yang berbasis teknik dasar keaktoran kepada berbagai lapisan masyarakat (lintas geografis, usia, profesi, dan inklusivitas) di 12 titik lokasi antara wilayah Yogyakarta, Surakarta, Sukoharjo, dan Magelang.
Inisiasi terus berlanjut dan pada 3 – 15 Desember 2025, Parisukaria diundang oleh TKLPMM untuk mementaskan beberapa karya dan menjadi narasumber lokakarya dongeng Nusantara di Tokyo, Azumino, Hamamatsu (Jepang). Empat orang di antara perwakilan komunitas dalam Parisukaria telah berproses untuk persiapan rencana acara tersebut. Mereka adalah Aik Vela Pratisca (seniman teater), Caaroko Tri Hananto (seniman teater), Ficky Tri Sanjaya (pantomimer), dan Silvester Ibnu Sadewa (seniman karawitan dan tari).
Direncanakan pertunjukan dan lokakarya dengan mengangkat cerita rakyat atau dongeng nusantara akan dihadirkan kepada khalayak Jepang, baik di sekolah, kampus, hingga komunitas warga. Pada 20 November 2025, Parisukaria telah melakukan pertunjukan perdananya di hadapan sekitar 300 peserta didik SD Negeri Tahunan Yogyakarta.
“Parisukaria berhasil memukau siswa-siswi SD Negeri Tahunan pada hari Jumat, 21 November 2025. Lima tajuk dongeng yang dikemas dengan minim narasi namun diperkaya dengan gerakan yang menarik, membuat anak-anak penasaran dan berimajinasi. Dongeng yang dibawakan merupakan khazanah nusantara, bak harta karun yang dapat menambah insight siswa. Tak hanya siswa, para guru karyawan SD Negeri Tahunan juga dibuat terpana dengan pertunjukan Parisukaria. Parisukaria menyajikan ragam gerak dan suara yang menghibur,” ungkap Rahayu Nur Fajriani, salah seorang guru kelas SD Negeri Tahunan, yang turut membersamai peristiwa.
Inisiasi Parisukaria ini masih bertumbuh dan mengajak berbagai elemen masyarakat di Indonesia untuk mendukung secara moril, pemikiran, dan material. Harapannya, pada tahun berikutnya, akan lebih terbuka jalinan komunitas budaya dan persahabatan, antara Indonesia dengan Jepang, dari beragam wilayah dan latar historis.
KONTAK KAMI
E-mail : parisukaria@gmail.com / aikvela44@gmail.com
WA : +62 821-3481-8065 (an. Aik)
Instagram : @parisukaria







