Tidak Merugi Menggelar Pentas Seni dengan Strategi Bisnis ala Enterpreneur -->
close
Pojok Seni
27 September 2021, 9/27/2021 08:25:00 PM WIB
Terbaru 2021-09-27T13:25:38Z
ArtikelArtikel Sponsor

Tidak Merugi Menggelar Pentas Seni dengan Strategi Bisnis ala Enterpreneur

Advertisement
jenis strategi bisnis untuk grup teater

PojokSeni.com - Grup kesenian, seperti grup teater, grup tari, dan sebagainya yang kerap menggelar pertunjukan tentunya memerlukan modal yang sangat besar. Namun, bagaimana agar pertunjukan tersebut tidak membuat grup kesenian menjadi rugi? Tentunya, ada beberapa jenis strategi bisnis ala enterpreneur (pengusaha) yang bisa diterapkan di pertunjukan Anda.


Tentunya, artikel ini lebih ditujukan bagi para pimpinan produksi dan bagian manajemen pertunjukan. Karena tim artistik (yang dikepalai oleh sutradara) akan lebih fokus pada capaian artistik karyanya. Sehingga urusan keuangan akan benar-benar menjadi tanggung jawab tim produksi (yang dipimpin oleh Pimpro).


Apa saja jenis strategi bisnis yang kerap digunakan para enterpreneur dan bisa digunakan di "bisnis" pertunjukan Anda?


Enterpreneur yang baik akan mengenali target pasarnya


Bila Anda punya produk, dalam hal ini pertunjukan seni, maka siapa yang akan membeli produk tersebut? Yah, di mata tim artistik, karya tersebut adalah "produk budaya", sedangkan di mata tim produksi, mau tidak mau karya tersebut dilihat sebagai "produk ekonomis". Sebab, tim produksi yang akan bertanggung jawab apabila ada kekurangan modal, serta kerugian pasca pentas. 


Nah, sebagai produk ekonomis, itu berarti bicara "pasar" atau "pembeli". Pertanyaannya, siapa pembeli produk tersebut? Saat itu dibutuhkan analisis pasar, dan melihat produk dari dua sisi. Pertama, Anda berada di posisi produsen. Kedua, Anda berada di posisi konsumen.


Di posisi produsen, Anda akan melihat apakah karya tersebut sudah layak dipasarkan? Sedangkan di posisi konsumen, Anda akan melihat, apakah karya tersebut sudah layak ditonton? Bisa jadi, karya tersebut mungkin "sulit" dicapai oleh penonton awam, namun tetap mendapat tempat di penonton yang sudah sering menonton pertunjukan seni. Tapi, bisa jadi karya tersebut di mata awam akan sulit dicapai, sedangkan di mata penonton "ahli", karya tersebut belum mencapai standar artistik yang dibutuhkan.


Lewat analisis yang tepat, Anda akan menentukan siapa target pasar Anda. Apakah itu orang terpelajar, tingkat pendidikan tertentu, gendernya, usianya, latar belakang, dan karakter lainnya. 


Enterpreneur akan membuat rencana yang matang


Hasil dari analisis target pasar dan peningkatan mutu karya, maka selanjutnya adalah membuat rencana yang matang. Apa visi yang ingin dicapai oleh grup Anda, serta apa saja misi grup Anda? Apa yang ingin dicapai untuk pengembangan grup berikutnya?


Hal itu harus direncanakan dan dibicarakan dengan anggota grup. Setiap grup mesti punya visi yang sama, dan hal itu didapatkan lewat diskusi yang intens. Setelah didapatkan apa yang ingin dicapai grup Anda, maka buat rencana yang matang agar hal tersebut bisa tercapai.


Misalnya, grup Anda punya impian untuk pentas di luar negeri. Maka berbagai perencanaan mesti disusun agar bisa mewujudkan impian tersebut. Mulai dari peningkatan kualitas SDM, karya, jaringan, dan memanfaatkan lebih banyak peluang untuk mencapai hal tersebut.


Enterpreneur akan terus berinovasi dan berkreasi


Selalu ingat bahwa tidak akan ada yang stagnan dan statis di muka bumi. Teknologi terus berkembang, begitu juga inovasi. Maka, grup yang tidak ada inovasi bersiap-siap akan mati. Di zaman yang terus berkembang ini, bagaimana caranya bisa bertahan hidup apabila tidak ada perkembangan?


Bila grup Anda adalah grup tradisi misalnya, maka Anda juga mesti mempertimbangkan untuk memasukkan unsur-unsur yang lebih modern di pertunjukan Anda. Berbagai teori, penemuan, dan sebagainya mesti dipertimbangkan untuk bisa memperkaya karya Anda. 


Tentunya, untuk pimpro, juga mesti lebih responsif dengan perkembangan zaman. Pimpro mesti terus mengawasi dan menilai apa saja yang telah terjadi, berubah, dan "ketinggalan zaman" untuk menjadi bahan evaluasi grup. 


Enterpreneur akan memanfaatkan semua sumber daya yang ada


Apa saja yang dimiliki seorang pelaku usaha, tentunya ia akan memanfaatkan semaksimal mungkin untuk kemajuan usahanya. Apabila ada yang perlu ditambahkan, di-upgrade, dan sebagainya selama itu masih bisa diantisipasi oleh budget, maka akan segera dilakukan.


Nah, khusus untuk grup Anda, apa saja sumber daya yang Anda miliki? Apakah itu SDM, fasilitas, peralatan, dan sebagainya. Tentunya, hal itu harus terus ditambahkan, di-upgrade, dan ditingkatkan sepanjang waktu. Sehingga, semakin lama, maka grup Anda akan semakin kuat dan solid.


Jangan lupa pula untuk terus memanfaatkan kemajuan teknologi dan digital untuk grup Anda. Bisa untuk promosi, publikasi, mencari peluang dan sebagainya.


Enterpreneur akan mempertimbangkan strategi pemasaran


Ketika akan menjual produk, maka dibutuhkan strategi pemasaran yang baik. Apapun jenis bisnis yang dipilih, pasti akan ada pesaing atau kompetitor. Karena itu, strategi pemasaran sangat dibutuhkan agar lebih terlihat menonjol di mata publik.


Anda mesti memanfaatkan media massa, media sosial, teknologi, dan berbagai peluang lainnya untuk terus menunjukkan visi grup Anda, pesan yang ingin Anda sampaikan, dan sebagainya ke target pasar Anda. Selanjutnya, Anda mesti menciptakan bahwa pertunjukan Anda adalah "kebutuhan", sehingga memiliki pelanggan yang setia.


Itu tadi beberapa jenis strategi bisnis ala pengusaha atau enterpreneur yang bisa Anda terapkan ke grup kesenian Anda. Semakin matang perencanaan dan persiapan Anda, maka akan semakin baik pula hasilnya. Ingat selalu, bahwa hasil tidak pernah mengkhianati proses yang sudah Anda jalani selama ini.