Tips Membaca Puisi dengan Lantang dan Menarik -->
close
Pojok Seni
28 July 2021, 7/28/2021 07:00:00 AM WIB
Terbaru 2021-07-28T00:00:00Z
Ulasan

Tips Membaca Puisi dengan Lantang dan Menarik

Advertisement
tips membaca puisi

pojokseni.com - Hakikatnya, puisi akan menjadi "puisi" ketika dibacakan atau "dibunyikan". Karena itu, membaca puisi menjadi salah satu muara dari penulisan puisi. Puisi yang Anda tulis, akan terlihat keindahannya justru ketika dibacakan.


Karena itu, sering juga diadakan lomba baca puisi. Membaca puisi berarti menyampaikan puisi, dan berbagi perasaan atau pesan terdalam dari puisi tersebut ke orang lain atau pemirsa. Maka, proses membaca puisi (menampilkan puisi) adalah proses yang sensitif dan intim. Bila Anda demam panggung, sensitivitas dan keintiman dari proses membaca puisi akan berkurang drastis.


Jadi, sebelum mulai membaca puisi, pastikan bahwa Anda tidak demam panggung. Bagaimana cara agar tidak demam panggung? Caranya adalah hilangkan rasa takut, kuasai puisi dengan baik, serta tidak gugup. 


Namun yang akan diulas dalam tulisan ini bukanlah "bagaimana menghilangkan demam panggung ketika akan tampil baca puisi". Yah, sesuai dengan judulnya, artikel ini akan memberikan tips agar Anda bisa menampilkan puisi dengan lantang dan menarik, bahkan memenangkan lomba baca puisi.


Agar bisa menampilkan puisi dengan baik, Anda mesti membacanya dengan lantang dan keras. Itu berarti latihan vokal dengan baik, serta mengeluarkan suara yang bulat dengan nafas yang tepat akan sangat baik untuk Anda. Untuk hal itu, diperlukan latihan dan usaha yang keras, rutin, dan pantang menyerah.


Apabila proses latihan vokal sudah Anda lewati dengan baik, barulah beberapa tips berikut ini bisa membantu Anda memenangkan lomba baca puisi. Apabila latihan vokal masih belum selesai, maka tips di bawah ini tentunya masih tidak akan berpengaruh signifikan pada pertunjukan Anda.


Tips membaca puisi dengan baik


Pahami arti dari setiap kata


Yah, bukan hanya makna puisi secara keseluruhan. Tapi, setiap kata mesti Anda kuasai dengan baik. Membaca puisi yang baik adalah ketika setiap kata diucapkan dengan lantang dan tegas. Tentunya, tidak bisa Anda lakukan bila ada kata yang Anda tidak mengerti artinya. Hal itu akan berakibat pada kesalahan fundamental seperti salah ekspresi, kadar emosi, dan sebagainya.


Bila perlu bawa kamus dan cari tahu arti dari setiap kata yang Anda tidak ketahui, atau ragu. Perhatikan pula kata-kata baru, juga kata yang lebih panjang, atau kata yang jarang (atau mungkin tidak pernah) Anda ucapkan di keseharian Anda. Tentunya, akan ada sedikit kejanggalan ketika Anda melafalkan kata tersebut. Ulangi secara rutin, rekam di ponsel, lalu dengarkan, lalu ulangi, sampai kata tersebut bisa dilafalkan dengan tepat dan benar.


Baca perlahan


Mungkin Anda di keseharian akan membaca sesuatu dengan cepat. Namun, khusus untuk membaca puisi, baca secara perlahan. Alias, perlambat tempo ketika Anda membacakannya. Dengan kata lain, membaca satu baris di puisi mungkin akan terasa lebih lama ketimbang membacakan satu paragraf di cerpen atau dongeng.


Di awal, Anda akan terasa janggal atau malah jadi gugup ketika membaca secara perlahan atau dengan tempo yang lambat. Namun apabila terbiasa berlatih, Anda akan terbiasa.


Kemudian, lihat bagaimana Anda bisa mengatur ritme dengan meningkatkan tempo di tempat-tempat tertentu agar alurnya terasa hidup. Anda bisa memberi catatan di puisi yang akan dibaca, di mana Anda meletakkan jeda, di mana menghirup nafas, di mana tempo dipercepat, dan di mana tempo akan diperlambat lagi.


Tetap santai


Bayangkan kondisinya seperti ini, Anda mendapatkan satu informasi dan harus menyampaikannya pada rekan-rekan Anda. Bagaimana Anda menyampaikan informasi tersebut?


Yah, jangan terburu-buru. Jelaskan dengan santai, rinci, runut, detail, namun tidak bertele-tele. Santai yang dimaksud dalam membaca puisi adalah seperti itu. Anda tidak harus terburu-buru karena ingin menyelesaikannya dengan cepat. Juga tidak terlalu lambat dan bertele-tele. Menyampaikannya dengan santai, membuat Anda bisa menyampaikan seluruh isi puisi dengan jelas ke pemirsa Anda.


Naikkan volume suara


Setiap latihan usahakan naikkan volume suara Anda (tapi bukan menjerit). Semakin hari latihan, jangan sampai Anda turunkan lagi volume suara Anda. Pastikan suara Anda tetap terdengar setidaknya dari jarak 5-7 meter. Karena itu, Anda harus bersuara dengan keras dan membiasakannya.


Jangan ragu ketika membunyikan puisi dengan keras. Setiap ragu-ragu atau tidak percaya diri, akan terlihat dengan jelas oleh penonton. Karena itu, suara keras harus dibiasakan ketika latihan, karena ketika Anda berbicara sehari-hari, tentu Anda tidak bersuara keras, bukan?


Atur pernafasan


Pernafasan harus diatur dengan baik, agar Anda tidak kehabisan nafas di tempat yang salah. Bayangkan saja bila satu kalimat panjang, terpotong di tengah lalu membuat maknanya menjadi bias. Misalnya contoh kalimat ini:


Berapakah jarak antara (berhenti karena habis nafas) hidup dan mati sayangku?


Penonton akan mendengar dua kalimat, yakni "berapakah jarak antara", dan kalimat kedua "hidup dan mati, sayangku". Tentunya, hal itu akan mengakibatkan makna dari kalimat "berapakah jarak antara hidup dan mati, sayangku" akan berubah, bukan?


Pernafasan butuh latihan yang rutin dan tidak sebentar. Karena itu, sangat diharapkan agar Anda tidak menyerah dan juga cepat puas.


Itu tadi beberapa tips yang bisa Anda terapkan ketika mengikuti lomba baca puisi. Terpenting adalah, Anda mampu menyampaikan pesan dengan benar. Dengan demikian, ekspresi wajah dan ekspresi suara, kadar emosi yang dibutuhkan, gestur, dan sebagainya juga akan menjadi tepat.


Bayangkan bagaimana bila satu kalimat yang berisi kemarahan, Anda tampilkan dengan tersenyum bahagia? Tentunya, kesalahan tafsir seperti itu tidak termaafkan dalam seni pertunjukan.

Ads