Tidak Melulu Mengandalkan Hibah! Ini Ide Sumber Dana untuk Pementasan Teater Anda -->
Pojok Seni
28 April 2021, 4/28/2021 02:30:00 AM WIB
Terbaru 2021-04-27T19:30:00Z
ArtikelBerita

Tidak Melulu Mengandalkan Hibah! Ini Ide Sumber Dana untuk Pementasan Teater Anda

Advertisement
Pertunjukan teater bertajuk Hadestown di Broadway
Pertunjukan teater bertajuk Hadestown di Broadway yang mendapatkan 14 nominasi dalam Tony Awards tahun lalu.

Pojokseni.com - Sumber dana untuk pertunjukan teater biasanya berasal dari penjualan tiket dan sponsor. Beberapa grup yang beruntung mendapatkan sumber dana dari hibah atau dana bantuan. Namun, tidak semua grup yang bisa mendapatkan sumber dana seperti itu.


Namun grup teater harus tetap berproduksi demi menjaga konsistensi, peningkatan kemampuan dan capaian artistik, serta menjaga grup teater tersebut tetap mampu bertahan hidup. Beberapa grup amatir, atau grup baru yang berusia di bawah 10 tahun tentunya masih cukup kesulitan untuk mendapatkan kerjasama dengan sponsor. 


Ada beberapa sumber pendanaan yang bisa Anda atau grup Anda pertimbangkan untuk menutupi biaya dan membuat sebuah pertunjukan. Yah, bisa dibilang untuk urusan penggalangan dana, pencarian sumber dana, dan setipenya sangat "tidak disukai" oleh seniman. Karena itu, setidaknya grup Anda mesti merekrut satu orang yang bisa menjadi manajer grup dan produser pertunjukan Anda.


Anggap saja Anda menggelar pertunjukan di "kota kedua" alias bukan kota besar. Setidaknya, paling sedikit Anda mesti mengantongi uang sebesar Rp10 juta untuk menutupi biaya produksi pertunjukan tersebut. Apabila ingin mendapatkan keuntungan, maka penjualan tiket (kita anggap harga selembar tiket adalah Rp20 ribu) setidaknya harus mencapai 500 penonton. Itupun baru "balik modal" tanpa ada keuntungan yang masuk ke kas grup.


Berikut beberapa sumber dana yang bisa digunakan untuk menutupi biaya produksi Anda.


1. Kerjasama "Advertisement"


Ini adalah cara yang baik untuk menutupi biaya produksi dengan cara menawarkan pemasangan iklan kecil-kecilan pada pertunjukan Anda. Anda bisa meletakkan iklan yang dimaksud di booklet yang diberikan bersama tiket, atau justru di lembar belakang tiket.


Iklan tersebut juga bisa Anda pajang di luar pintu pertunjukan dengan banner. Nah, harga yang Anda terapkan untuk iklan tersebut tentunya tidak bisa begitu besar, mungkin hanya sekitar Rp250.000 hingga Rp1.000.000 dengan perbedaan "layanan" di setiap jenjang harga.


Dengan harga iklan yang "kecil", namun Anda bisa memberikan tawaran berapa orang yang akan melihat iklan tersebut, serta apa dampak yang bisa didapatkan oleh pemasang iklan dengan kerjasama tersebut, maka Anda bisa setidaknya mencari dana untuk menutupi setidaknya 1/4 biaya produksi. (Kita asumsikan bahwa biaya produksi pertunjukan Anda adalah Rp10 juta)


2. Jual Makanan


Bila pertunjukan dimulai pukul 15.30, maka penonton diharapkan sudah siap hadir pada pukul 15.00 dengan batas waktu proses masuk penonton ke dalam gedung adalah sekitar 30 menit hingga selesai. Nah, Anda bisa mencoba mencoba berjualan makanan ringan, minuman ringan, hingga makanan berat dengan mempersiapkan meja-meja di auditorium gedung pertunjukan.


Tentunya, para penonton yang menunggu pintu teater terbuka bisa sambil menikmati makanan yang Anda sajikan. Seandainya Anda berhasil meraih 500 penonton, mungkin dalam dua kali pertunjukan (berarti 250 orang setiap satu kali pertunjukan), maka Anda bisa mempertimbangkan ada keuntungan lain yang didapatkan untuk menutupi setidaknya 1/4 biaya produksi.


3. Sponsor Pertunjukan


Anda harus memiliki manajer yang bagus untuk menghubungkan antara pertunjukan dengan sponsor yang mampu menutupi setidaknya 3/4 biaya produksi Anda. Apa saja yang bisa Anda tawarkan pada sponsor Anda? Yah, bagi para sponsor, pertunjukan Anda "bukan" produk kebudayaan. Bagi mereka, itu adalah bisnis. Dan bisnis yang baik adalah bisnis yang menguntungkan, meskipun sedikit.


Maka, Anda perlu seseorang yang mampu mempresentasikan proposal di hadapan sponsor untuk menawarkan kerjasama apa yang bisa dilakukan, apa saja penawaran yang grup Anda tawarkan, dan berikutnya. Apabila semua berjalan dengan baik, setidaknya sponsor "kecil" bisa menutupi 1/4 biaya pertunjukan Anda.


4. Jualan T-shirt, Kaset, dan sebagainya


Selain pertunjukan (produk utama), masih ada produk sampingan yang bisa Anda pertimbangkan untuk dijajakan di lokasi pertunjukan. Misalnya, Anda bisa membuat t-shirt, mug, dan sebagainya yang didesain semenarik mungkin dengan judul pertunjukan Anda atau logo grup Anda di dalamnya.


Atau, seperti di Broadway, kaset yang berisi deretan lagu original untuk pertunjukan teater Anda bisa dijual terpisah. Tentunya, Anda tidak bisa "membawakan lagu orang lain" untuk pertunjukan Anda, kecuali mendapatkan izin tertulis. Karena hal tersebut bisa melanggar hukum dan hak cipta apabila Anda menggunakan lagu orang lain tanpa izin. Karena itu, langkah yang paling aman adalah menciptakan sendiri musik atau lagu untuk pertunjukan Anda.


Nah, deretan lagu atau musik original untuk "soundtrack" pertunjukan Anda bisa dijual terpisah dalam bentuk kaset/DVD. Setidaknya, keuntungannya bisa menutupi sekitar 1/6 hingga 1/4 dari total biaya pertunjukan Anda.


Sumber Dana Awal untuk Pertunjukan: Tidak Hanya Hibah


Tentunya, sebelum Anda bisa mencetak tiket, biaya produksi, artistik, membuat proposal, membuat kaset, dan sebagainya, grup Anda memerlukan dana awal. Dana awal bisa saja berasal dari kas grup, apabila memang memungkinkan.


Namun bila tidak memungkinkan, ada banyak cara lain yang bisa Anda gunakan. Misalnya dana bantuan dari pemerintah, hibah, atau pinjaman. Pinjaman bisa didapatkan dari bank, pinjaman online, dan sebagainya.


Nah, apabila manajemen dan tata kelola kelompok serta pertunjukan Anda bisa berjalan dengan baik, kenapa tidak berani untuk meminjam uang untuk pertunjukan?


Seperti dipaparkan sejumlah grup teater di London, New York, sampai Jepang, rata-rata grup memang memulai "usaha" dengan dana pinjaman. Di New York misalnya, satu grup teater berani meminjam uang dengan menggadaikan "SK" grup teater mereka.


Bagaimana dengan pinjaman online? Bisa saja Anda pertimbangkan, karena caranya lebih mudah, hanya perlu KTP, serta dana yang dibutuhkan bisa cair dengan cepat. Maka semua proses produksi bisa berjalan dengan baik.


Banyak yang takut meminjam online karena hal-hal tertentu, karena itu ada banyak hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk meminjam uang lewat aplikasi fintech lending dengan sistem kredit digital.


Tips Mencari Modal lewat Aplikasi Pinjaman Online


Hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah, Anda sudah benar-benar yakin dengan berapa kemungkinan keuntungan yang Anda dapatkan. Dalam hal ini, grup teater Anda bisa menjadi seperti perusahaan rintisan (start-up) dan pinjaman online tersebut menjadi modal usaha.


Masih dengan asumsi biaya produksi seperti yang dipaparkan di atas, tentunya Anda bisa mempertimbangkan bahwa meminjam uang dengan bijak. Pinjam sesuai kebutuhan, lalu kelola sebaik mungkin agar nantinya tidak menjadi masalah.


Selain itu, Anda mesti mempertimbangkan jasa pinjaman online yang sudah tersertifikasi dan berizin di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pastikan juga penyedia jasa pinjaman online tersebut juga mampu melakukan perlindungan pada data pribadi konsumennya. Akan lebih baik bila teknologi yang digunakan aplikasi penyedia jasa pinjaman online tersebut adalah yang termutakhir, sehingga Anda bisa dengan mudah dan cepat mendapatkan dana segar yang dibutuhkan untuk memulai produksi pertunjukan.


Salah satu yang direkomendasikan adalah JULO, yang merupakan aplikasi penyedia jasa pinjaman online karya anak bangsa. Selain sudah tercatat di OJK dan memiliki izin penuh, aplikasi ini juga bisa diunduh gratis di Google Play Store.


JULO menawarkan pinjaman hingga Rp15 juta dan didukung oleh perusahaan modal ventura terkemuka di Indonesia. JULO menjadi aplikasi terpercaya di Indonesia dengan keberhasilannya mendapatkan 1 juta pengguna di tahun 2021 dan berhasil mendanai hingga 350 ribu nasabah di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, aplikasi ini berhasil meraih sejumlah penghargaan seperti juara Indonesia Fintech Festival (2016), juara UN Fintech Challenge (2018), dan juara Inclusive Fintech 50 (2019).


Tidak hanya itu, JULO juga menawarkan pinjaman dengan bunga rendah bahkan salah satu yang terendah bila dibandingkan dengan penyedia jasa serupa di Indonesia. Masa tenor yang panjang, mulai dari 2 hingga 9 bulan dan bunga hanya 0,13% per hari. Anda juga berkesempatan mendapatkan cashback hingga 3% per bulan. Desain di aplikasinya memudahkan Anda yang bahkan baru pertama kali melakukan pinjaman.


Kita asumsikan bahwa Anda meminjam dana awal produksi di JULO sebesar Rp10 juta dengan masa pengembalian sekitar 5 bulan. Maka, besaran bunga adalah 0,13% x (5 bulan x 30 hari) = 19,5%. Maka dana yang harus dikembalikan dalam waktu 5 bulan adalah Rp11.950.000. Waktu 5 bulan menjadi tenggat yang diberikan tim produksi pada tim artistik untuk proses mulai dari dramatic reading, rehearsal, hingga pementasan.


Pertanyaannya, apakah Anda berani menangung risiko untuk menggelar pertunjukan? Tentunya, dengan mempertimbangkan sejumlah pemasukan lain seperti yang dipaparkan PojokSeni di atas (di luar penjualan tiket) maka setidaknya dengan manajemen dan tata kelola yang baik, Anda bisa meraup keuntungan berlipat-lipat dari pertunjukan Anda, tanpa mengandalkan "hibah".


Apabila grup Anda tidak bermasalah dalam melakukan peminjaman di JULO, Anda bahkan bisa dengan mudah melakukan peminjaman selanjutnya untuk modal produksi berikutnya.


Jadi, tentunya kita berdoa bersama agar pandemi Covid-19 cepat berakhir dan grup-grup teater di Indonesia (baik profesional, medioker, maupun amatir) bisa kembali menggelar pertunjukan.