Pandemi dan Percepatan Transaksi Digital -->
close
Satria Marcelino
31 January 2021, 1/31/2021 11:35:00 PM WIB
Terbaru 2021-01-31T16:35:33Z
Artikel

Pandemi dan Percepatan Transaksi Digital

Advertisement

Gambar 1. Ilustrasi Transaksi Digital (sumber:https://unsplash.com/@cardmapr)


pojokseni.com - Masa pandemi Covid-19 tidak hanya membawa pengaruh buruk terhadap kehidupan sehari-hari kita. Sadar atau tidak, masa pandemi ini membawa kita melangkah jauh lebih cepat dibanding sebelumnya, terutama dalam segi digitalisasi dari berbagai sektor. Salah satu sektor yang sudah bertransformasi digital yaitu sektor keuangan. Bank Indonesia tak henti-hentinya melakukan transformasi digital demi memajukan perekonomian nasional. Dari transformasi tersebut lahirlah QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang mana sangat membantu baik dari sisi konsumen, maupun produsen. Bagaimana bisa membantu? Bagaimana pandemi berperan dalam hal ini?

Selama masa pandemi, kita diwajibkan menjalankan 3M, yaitu Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak. Para konsumen yang dulunya melakukan transaksi dengan uang fisik, sekarang sudah tidak bisa karena dikhawatirkan dapat menyebarkan virus, sehingga lebih baik menggunakan transaksi digital, seperti mobile banking, uang digital, QRIS, dan sebagainya. Di masa mendatang pun orang-orang akan lebih banyak bertransaksi digital, tetapi dengan adanya masa pandemi, transaksi digital tersebut dapat terlaksana lebih cepat sehingga dapat mendorong perekonomian lebih cepat juga.

Gambar 2. 3M Lawan Covid-19 oleh Kemenkes Indonesia


Di antara 3M, poin menjaga jarak sangat berperan penting terhadap peningkatan transaksi digital, dimana para konsumen wajib mengikuti aturan menjaga jarak sebagai protokol kesehatan sekaligus melakukan kegiatan konsumsi barang. Para konsumen yang ingin membeli masker dapat membelinya melalui e-commerce dan pembayarannya melalui mobile banking ataupun uang digital. Beberapa usaha mikro khususnya dalam bidang kuliner juga perlahan kembali membuka usahanya dengan menerapkan protokol kesehatan, dan QRIS sangat berperan penting dalam hal ini. Bank Indonesia mencatat sebanyak 3,6 juta usaha mikro atau 94 persen dari total merchant yang ada di Indonesia sudah menggunakan QRIS sebagai media transaksi digital mereka. Hal ini menjadi bukti bahwa para usahawan di Indonesia menjadi semakin kreatif dalam menjalankan usaha dengan menjawab kebutuhan para konsumen.

Dengan QRIS para konsumen dapat melakukan dua hal sekaligus, yaitu protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan mengonsumsi barang. Uang kertas ataupun koin merupakan salah satu media penyebar virus ataupun bakteri yang ada di dekat kita, dan hadirnya QRIS membuat kita dapat mencegah penyebaran virus ataupun bakteri tersebut. Menurut pengalaman penulis, beberapa pengunjung kafe atau konsumen memberikan banyak apresiasi positif terhadap transaksi digital yang mulai menjamur di berbagai usaha mikro kuliner. “Enak banget bayar pake QRIS, jadi gak perlu bawa dompet. Cukup bawa handphone aja udah bisa bayar ini dan itu,” ujar Dinda, pengunjung salah satu kafe di Kota Bengkulu. “Kalau saya sih mending pake QRIS, mau dari bank ataupun uang digital juga bisa, jadinya gak ribet buat bayar,” ungkap salah satu pengunjung restoran di Kota Bengkulu.

Gambar 3. Ilustrasi pembayaran menggunakan QRIS (sumber: CNN Indonesia/Daniela Dinda)


Bank Indonesia mencatat per November 2020, transaksi uang elektronik terus tumbuh positif hingga mencapai 20,27 persen (YoY) dan itu membuktikan bahwa tren transaksi digital meningkat pesat selama masa pandemi ini. Pesatnya tren tersebut juga diiringi dengan pesatnya perkembangan usaha mikro di Indonesia dan juga para usahawan juga tak perlu khawatir dengan konsumen yang tidak ada di tempat, karena dengan transaksi digital, konsumen yang tidak hadir pun tetap dapat menjadi konsumen.

Harapannya, tren transaksi digital dapat semakin meningkat lagi seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat dan kemudahan bertransaksi. Dengan hal tersebut, usaha mikro dapat semakin maju dan terus berkembang sehingga dapat mendorong kemajuan ekonomi daerah dan juga nasional. (smc)