05 August 2020

author photo

Baca Juga

Jaran Kepang Young Riders Suriname
Jaran Kepang Young Riders Suriname (sumber: Facebook Young Riders Djaran Kepang)

PojokSeni - Menyebut nama negara kecil di Amerika Tengah, Suriname maka tidak perlu terkejut bila mendengar budaya Jawa begitu terkenal di sana.

Pernikahan adat Jawa misalnya, menjadi salah satu pernikahan yang paling diidam-idamkan oleh orang Suriname. Budaya Jawa juga masih terjaga tanpa kontaminasi di negara satu itu.

Sejarah mencatat pemerintah kolonial Belanda membawa ratusan orang Jawa ke Suriname di sekitar tahun 1900. Kedatangan orang Jawa ini untuk menjadi buruh atau pekerja di perkebunan Belanda yang berada di Suriname. Para pekerja inilah yang kemudian tinggal dan terus berkembang jumlahnya di Suriname.

Saat ini, 10 persen dari seluruh penduduk Suriname adalah orang Jawa. Etnis Jawa di Suriname tersebar di berbagai wilayah, namun wilayah yang paling banyak dihuni etnis Jawa adalah Distrik Commewijne yang beribukota Nieuw Amsterdam.  

Maka budaya Jawa tetap dilestarikan oleh mereka. Selain terus melestarikan berbagai kesenian Jawa seperti ludruk dan lagu Jawa, kuda kepang alias Jaran Kepang menjadi tontonan populer di Suriname.

Djaran Kepang The Young Rider


Salah satu grup yang terkenal adalah Djaran Kepang The Young Rider. Djaran Kepang satu ini sudah ada sejak awal-awal kedatangan suku Jawa di negara yang beribukota di Paramaribo tersebut. Negara ini merdeka di tahun 1975, lalu berganti nama menjadi Suriname dari sebelumnya bernama Guyana Belanda. Setelah kemerdekaan itulah, grup Jaran Kepang Young Riders diperkirakan berdiri. Salah satu dokumen foto tercatat di tahun 1983 grup ini menggelar pementasan.

Dengan demikian, berarti grup satu ini sudah eksis di Suriname sejak puluhan tahun silam. Dari berbagai sumber yang didapatkan PojokSeni, grup ini berpusat di distrik Kampong Baroe, Paramaribo.

Simak salah satu video pentas grup tersebut di bawah ini.



Salah satu yang menarik lainnya adalah, Djaran Kepang White Riders ini juga digemari oleh penduduk Suriname dari etnis lainnya. Apalagi aksi-aksi dan perilaku unik para penari jaran kepang tentunya selalu menjadi tontonan yang menarik.

Hanya saja, dari info yang didapat PojokSeni, para pria penari ini sering melakukan aksi makan rumput ketika menari dan "kesurupan". Tentunya berbeda dengan penari jaran kepang di Indonesia yang memakan hal yang lebih ekstrim, semacam beling misalnya.
your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Advertisement

Loading...