16 March 2020

author photo

Baca Juga

Ilustrasi Buku Sastra : The Ones Who Walk From Omelas karya Ursula K Le Guin
pojokseni.com - Entah kenapa ada banyak penulis yang bermimpi memiliki sebuah buku. Buku seolah menjadi sebuah pencapaian dan pembuktian eksistensi dirinya sebagai seorang penulis.

Oleh karena itu, ada beberapa pertanyaan yang masuk ke redaksi PojokSeni tentang bagaimana bisa membuat sebuah buku. Bagi beberapa orang yang (meng-klaim) suka menulis, membuat sebuah buku itu seakan-akan sebuah mission impossible. Sangat sulit dilakukan, katanya.

Baiklah, ini petunjuk singkat, mudah dan bisa cepat dipahami bila Anda ingin menyiapkan dan membuat sebuah buku.

Sekarang bila Anda ingin membuat sebuah "buku" maka kita asumsikan itu adalah, kumpulan puisi (setidaknya memuat 100 puisi ke atas), kumpulan cerpen (setidaknya memuat 10 - 15 cerpen), kumpulan naskah drama (bila naskah pertunjukan 1 jam rata-rata adalah 50-an lembar, maka Anda membutuhkan setidaknya 2 naskah drama) dan tentunya satu novel.

Kenapa? karena penerbit biasanya menerima tulisan minimal 150-an lembar. Ini beda kasus bila Anda menerbitkan sendiri (indie) buku Anda. Untuk kali ini, kebanyakan pertanyaan adalah bagaimana membuat buku "novel" karya kita sendiri? Simak ulasan berikut ini.

Pertama yang Anda lakukan adalah "mencari garis besar dan kerangka cerita". Anda mungkin pernah menonton film yang panjangnya sampai 2 jam lebih, tapi ketika menceritakan pada orang lain tentang film itu, Anda hanya menyampaikan sekitar 6-7 kalimat, bukan?

Itulah garis besarnya!

Lanjut, sekarang membuat kerangka cerita. Misalnya cerita dengan tema Perjuangan Si Fulan yang Menjadi Atlet Sepakbola Terkenal. Setelah menemukan tema besarnya, maka, "belah" cerita itu jadi sekitar 15 - 20 kalimat, tapi mendukung cerita utama. Misalnya;


  1. Awal ketertarikan si Fulan dengan sepakbola adalah karena menonton final piala dunia 1998 bersama bapaknya di kampung.
  2. Fulan bercita-cita menjadi pemain bola, tapi ibunya meminta ia tetap melanjutkan pekerjaan ayahnya sebagai tani di sepetak tanah dekat rumah mereka.
  3. Fulan ingin mendaftar di sebuah klub sepakbola untuk anak-anak, tapi tidak memiliki sepatu bola dan uang pendaftaran.
  4. Fulan menabung, dan membantu bibinya menjajakan gorengan, lalu mulai membeli sepatu bola sendiri.


dan seterusnya, sampai cerita yang ingin Anda sampaikan tersebut tiba di akhir cerita, yakni Fulan menemukan peluang dan berhasil menjadi pemain sepakbola ternama.

Bila Anda ingin melanjutkan cerita, (setelah cerita perjuangan) maka cerita berikutnya adalah cerita mempertahankan prestasi. Anda bisa membaginya di kertas yang lain, menyiapkan untuk "bab 2" di buku yang Anda akan karang nantinya.

Tema ke-2 tentang cerita mempertahankan prestasi tersebut bisa Anda bagi juga sebagaimana Anda membagi tema pertama menjadi 10 - 15 kalimat tersebut.

Setelah itu, coba mulai analisa cerita Anda sendiri, berapa kemungkinan tokoh yang akan dihadirkan. Nah, data siapa saja tokoh-tokoh tersebut (termasuk tokoh latar, misalnya ada yang belanja sama bibinya si Fulan).

Tugas Anda berikutnya, jadikan setiap tokoh sebagai karakter yang lengkap. Maksudnya, mulai dari nama, ciri fisik, kepribadian, kebiasaan, cara bicara, suku, agama, ras, dan sebagainya. Siapkan catatan tentang tokoh-tokoh tersebut di tempat yang lain, jangan campurkan dengan catatan "aransemen" cerita Anda.

Apabila tokoh sudah siap, maka selanjutnya analisa lagi setting tempat yang akan hadir di cerita Anda itu. Misalnya, untuk cerita si Fulan tadi, berarti ada setting pasar, rumah, sekolah, SSB, lapangan sepakbola, stadion dan sebagainya. Anda juga bisa melakukan observasi ke tempat-tempat tersebut, agar bisa menggambarkan dan menceritakan detil setiap setting dengan baik.

Apabila tokoh dan setting sudah selesai, berikutnya akan menjadi lebih menyenangkan.

Yah, berikutnya, setiap 1 kalimat, kembangkan menjadi satu cerita yang pendek. Sekitar 5-8 halaman, kalau lebih juga tidak apa-apa, tapi jangan kurang. Kalau kurang, berarti Anda mungkin kurang detail menceritakan tokoh, latar belakang, kisah menarik di baliknya, setting tempat, psikologis dan sebagainya.

Karena karakter sudah Anda kenali dengan baik, begitu juga setting tempat dan sebagainya, maka sekarang waktunya Anda bekerja di depan laptop. Jangan lupa bawa catatan tentang tokoh, setting dan catatan lainnya yang sudah Anda persiapkan dan observasi sebelumnya.

Bila kita anggap satu cerita adalah rata-rata 7 halaman, maka 15 - 20 cerita berarti sekitar 105 - 140 halaman yang Anda akan hasilkan. Nah, draft naskah cerita pertama Anda sudah siap.

Sekarang masuk ke tahap editing. Yah, setidaknya beri jeda dulu, misalnya Anda telah menggarapnya dalam 3-4 bulan. Di hari terakhir cerita Anda itu selesai, maka selanjutnya beri jeda dulu pada kepala Anda, sebelum mulai mengeditnya.

Bukan hanya tentang typo atau saltik, atau ejaan, struktur kalimat, tapi Anda juga bisa memilih diksi baru, yang menurut Anda lebih indah digunakan di beberapa kalimat. Untuk 10 halaman pertama, maksimalkan semua kemampuan Anda, karena rata-rata penerbit akan lebih fokus pada 10 - 20 halaman pertama.

Jadi, sebelum mulai editing, Anda bisa mencoba membaca dulu rekomendasi novel pilihan yang bisa menambah inspirasi Anda, tambahan diksi dan ide cerita yang mungkin bisa mengembangkan cerita Anda.

Setelah selesai, coba ajukan naskah yang telah Anda buat tadi ke penerbit. Bila diterima, maka novel Anda bisa diterbitkan penerbit mayor dan dijual ke seluruh Indonesia. Bila seandainya tidak diterima, mungkin ada yang perlu diperbaiki, seperti cerita yang terlalu melompat, karakter yang inkonsisten dan sebagainya.

Tapi, bila Anda sudah merasa cukup, Anda bisa mempertimbangkan penerbit indie untuk menerbitkan karya Anda. Selamat mencoba.  
your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Advertisement

Loading...