Wendi HS & IPS Padangpanjang Angkat Puisi Iyut Fitra Jadi Pertunjukan Teater


pojokseni.com - Dimulai dengan perkembangan bentuk pertunjukan puisi mulai dari era WS Rendra, Soetardji Calzoum Bachri sampai pengaruh pertunjukan musik puisi Tan Lioe Le, Indonesian Performance Syndicate (IPS) Padangpanjang, Sumatera Barat akhirnya mengolah sebuah puisi menjadi sebuah pertunjukan. Rumusan dasar dari metode laku yang spesifik, bertolak dari daya pikat auditif dramatic reading dari berbagai konsep pertunjukan puisi yang digabungkan menjadi satu. Alhasil, muncullah ide dari Wendi HS bersama IPS Padangpanjangnya untuk menumbuhkan kata dari teks puisi berjudul Baromban karya Iyut Fitra, penyair asal Payakumbuh, Sumatera Barat.

Puisi tersebut bertransformasi, -- atau berubah wahana -- menjadi sebuah pertunjukan bertajuk Baromban dan Mitos Tambang. Puisi Baromban karya Iyut Fitra dipili
h karena dianggap potensial untuk merepresentasikan perkembangan kondisi sosial, khususnya di Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat. Teks puisi yang kemudian "ditubuhkan" menjadi sebuah pertunjukan ini digarap oleh Wendi HS dengan menggaet Emri Rangkayo Mulia seorang koreografer dan Leva Khudri Balti seorang komposer untuk membentuk sebuah pertunjukan utuh dengan sebuah metode keaktoran yang disebut oleh Wendy HS sebagai Total Acting Method.


Untuk membentuk pertunjukan ini menjadi sebuah pertunjukan utuh, IPS Padangpanjang menggaet sejumlah komunitas untuk bekerja sama. Mulai dari When We Managament, Teater Tambilogi Padangpanjang dan Sanggar Sikambang Manih Padangpanjang digaet sebagai mitra proses kreatif. Tidak hanya itu, Wendy HS juga akan tampil sebagai performer bersama Emri Rangkayo Mulia dan Leva Khudri Balti dalam pertunjukan ini.

Salah satu venue yang akan menjadi tuan rumah pertunjukan ini adalah Galeri Indonesia Kaya, Jalan MH Thamrin Jakarta. Dengan Pimpinan Produksi Nurul Haqiqi, staff produksi Gusrizal dan Stage Manager Fitri Atul Aini, IPS Padangpanjang rencananya akan menampilkan Barombang dan Mitos Tambang ini pada hari Minggu (11/3/2018) mendatang mulai pukul 15.00 WIB.

"Kayuh teuslah mengayuh. Kayuh saja sampai ke hulu pastikan saja hirup hembus nafas di badan tetap ada. Sebab sumber ekonomi hanyalah dari daya menahan nafas kita merangkul - genggam pasir dari dasar sungai". (ai/mp/pojokseni)  

No comments:

Post a Comment

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.