"Kamar Mandi Kita", Ruang Privasi yang Bocor -->
close
Pojok Seni
22 September 2016, 9/22/2016 02:13:00 AM WIB
Terbaru 2016-09-21T19:13:23Z
Beritaeventteater

"Kamar Mandi Kita", Ruang Privasi yang Bocor

Advertisement
"Kamar Mandi Kita", Ruang Privasi yang Bocor

Review Pementasan Teater "Kamar Mandi Kita" oleh Komunitas Hitam-Putih, Sutradara Yusril Katil


Kita terlalu sibuk dengan melihat orang lain dan seketika kita menjadi bangsawan, kritikus, menjadi politikus, menjadi tikus atau apa saja untuk menghakimi orang lain. Kita telah terlalu sering melihat borok pada diri orang lain. Namun kita lupa untuk melihat cacat apa yang ada pada diri kita. 


pojokseni.com - Menurut Yusril, “Kamar Mandi Kita” adalah satu-satunya tempat privasi. Dimana, kita bisa melihat tubuh polos kita, memandangi dan mengamati kejanggalan-kejanggalan yang menghiasi tiap jengkal tubuh kita. 

Kita dapat membuat jarak antara kita dan kedirian kita atas kehidupan sosial. Setelah kesadaran diri itu muncul, barulah kita bisa membersihkan diri kita dari noda. Karena “bersih” berarti “sehat”. Di kamar mandi inilah kita dapat berkontemplasi akan esensi dari kata “bersih”.

Yusril Katil, sebagai pengkarya mulai menyadari bahwa ruang privasi dari kamar mandi telah bocor. Semua kamar mandi seakan kehilangan dinding-dinding penghalang. Semua yang terjadi di dalam kamar mandi dengan mudah bergentayangan di dunia maya. Dengan mudah diekspos dan terekspos. Sehingga kita kehilangan tempat untuk melihat kedirian kita kemudian membersihkannya. 

Kegelisahan atas bocornya “Kamar mandi kita” ini, adalah latar belakang lahirnya karya ini. Yusril mencoba untuk menghadirkan kamar mandi dengan beragam peristiwa di dalamnya tanpa adanya dinding-dinding penghalang ditengah ruang-ruang publik. Peristiwa-peristiwa yang dihadirkan juga sarat dengan ungkapan satire. Seperti, kita yang semakin tergilas oleh modernitas. 

Kita yang sebenarnya belum siap dengan kecepatan roda zaman, namun kita berpura-pura telah menguasai perputaran roda zaman. Sehingga kita telah melakukan hal-hal diluar kebiasaan kita agar seperti orang-orang modern. Hal inilah yang telah membocorkan ruang-ruang privasi kita. Atau yang Yusril sebut dengan “Kamar Mandi kita”
"Kamar Mandi Kita", Ruang Privasi yang Bocor

Pertunjukan teater yang dipersembahkan oleh Komunitas Hitam Putih Padangpanjang ini dihelat pada Rabu (21 Sep 2016) di Lahan Parkir DW café Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Pertunjukan ini merupakan bagian dari Hibah Seni Kelola 2016 yang didukung oleh First State Investments dan Citi Indonesia.

Dalam proses penggarapannya, drama yang berdurasi satu jam setengah ini menggunakan ember sebagai media ekplorasi aktor. Yusril mengatakan bahwa ember adalah media penyampai gagasannya. 

“Ember itu adalah teks dramanya," kata Yusril.

Selain itu, Yusril juga memilih puisi Joko Pinurbo sebagai penunjang gagasannya. Berbagai macam peristiwa disampaikan melalui pengolahan tubuh yang terstilir. Gerak-gerak atraktif para aktor mampuh menghidupkan suasana pentas. Penonton dibebaskan untuk mengkontruksikan makna-makna filosofis pada setiap peristiwa, agar penonton dapat merenungi esensi dari peristiwa yang dihadirkan.

Musikalisasi Ember

Hal yang menarik dari pertunjukan “Kamar mandi kita” ini adalah sebuah alunan musik yang lahir di atas pentas. Gemercik air di dalam ember dan benturan ember-ember kosong seakan melahirkan musikalitas yang harmoni. Suara-suara itu hadir sebagai pengiring ketika lontaran-lontaran dialog verbal yang disampaikan aktor. Alunan suara itu seakan menjadi musik pengiring yang sarat akan makna dan mampu menghidupkan suasana di atas pentas.

"Kamar Mandi Kita", Ruang Privasi yang Bocor

Sementara itu, Wendi HS, seorang seniman yang juga menyaksikan acara ini menyatakan pesan yang disampaikan melalui ekplorasi tubuh aktor, dilengkapi iringan musik dapat ditangkap. Namun, lanjutnya, dalam beberapa peristiwa terkesan terlalu gaduh.

"Dalam sejarah karya-karya Yusril yang saya ikuti serta amati, karya satu ini tak terlalu menggigit. Kurang begitu tajam," kata aktor yang baru saja pulang dari Jepang setelah mendapatkan pelatihan “Suzuki Method of Actor Training” ini pada pojokseni.com.

Dari segi gagasan, pertunjukan ini menarik. Namun dalam konteks pemeranan, terdapat beberapa kekurangan. Meskipun secara kepekaan terhadap tubuh sudah cukup bagus, namun para pemeran kurang mempunyai kesadaran bahwa tubuh mereka adalah media penyampaian gagasan.

Kamar Mandi Kita” ini rencananya akan dipentaskan ulang sebagai pertunjukan pembuka acara “Padang Art Festival di Taman Budaya Padang.

Tentang teater tubuh di Indonesia

Teater tubuh sangat berkembang di dekade akhir abad ke 20 ini. Namun, kekurangan teater yang menggunakan tubuh sebagai mayor utama penyampaian naskah ini di Indonesia adalah garapan-garapannya masih bersifat intuitif. Tak ada metode yang baku untuk menciptakan fisikal teater. Dilain pihak, Negara-negara lain telah mempunyai metode mereka sendiri dan mereka pun terus mengembangkannya. (isi/pojokseni.com) 

Pertunjukan "Kamar Mandi Kita"

Sutradara : Yusril
Pimpinan Produksi : Yalesvita – Kurniasih Zaitun
Pencatat Proses : Sahrul. N
Scenografer : Yusril
Penata Gerak : Hadi Yusra
Stage Manager : Afrizal Harun
Ass. Stage Manager : Daniel Martin
Dokumentasi : Denni Cidaik

Ads