21 August 2015

author photo

Baca Juga

Ahmad Tohari
pojokseni.com - Salah seorang sastrawan Indonesia, Ahmad Tohari disebut sebagai calon peraih Bakrie Award tahun 2015. Nama Ahmad Tohari disebut sebagai penerima dari bidang kesusatraan, juga salah satu dari 6 penerima Bakrie Award dari berbagai bidang tahun ini. Nama 6 penerima Bakrie Award tahun ini antara lain ; 

- Azyumardi Azra
- Ahmad Tohari
- Kaharuddin Djenod
- Suryadi Ismadji
- Tigor Silaban
- Suharyo Sumowidagdo

Sedangkan pihak panitia Bakrie Awards atau Penghargaan Ahmad Bakrie (PAB) dalam pers rilis menyebutkan bahwa nama-nama dewan juri sengaja dirahasiakan.

“Nama-nama Dewan Juri memang dirahasiakan. Sejak awal dilaksanakan, PAB merujuk pada pola-pola Penghargaan Nobel”, ujar Rizal Mallarangeng, Penasehat Komite Penjurian PAB 2015.

Data yang terhimpun oleh tim pojokseni.com, Ahmad Tohari sebelumnya dikenal sebagai penulis karya Ronggeng Dukuh Paruk (Kemudian diangkat ke layar lebar dengan judul Sang Penari). Selain penulis, sastrawan kelahiran Tinggar Jaya, Jatilawang, Banyumas tahun 1948 ini juga mantan redaktur berbagai media massa, seperti Harian Merdeka, Majalah Amanah dan Majalah keluarga. Sebelum akan menerima Bakrie Award 2015, Ahmad Tohari sudah pernah diganjar banyak penghargaan, salah satunya The Fellow of the University of Iowa pada tahun 1990.

Novel Ronggeng Dukuh Paruk yang terbit pada tahun 1982 bahkan sudah diterjemahkan dalam beberapa bahasa Asing seperti Jerman, Jepang, Inggris dan Belanda. Karya lainnya, Jantera Bianglala sempat dimuat di Jurnal Manoa terbitan Honolulu University pada tahun 2000.
Namun, informasi yang terhimpun pojokseni.com, penghargaan Bakrie Award kerap mendapat penolakan dari para sastrawan penerimanya. Tercatat, ada 5 orang sastrawan yang sudah mengembalikan penghargaan tersebut dengan berbagai alasan. Kelima sastrawan tersebut antara lain, Goenawan Muhammad, Franz Magnis Suseno, Daoed Jusuf, Sitor Situmorang dan Seno Gumira Aji Darma. 

Goenawan Muhammad, Franz Magnis Suseno, Doed Jusuf dan Sitor Situmorang menolak penghargaan tersebut terkait perusahaan Bakrie telah membuat 'petaka' dengan peristiwa Lumpur di Porong, Sidoarjo. Sedangkan Seno Gumira Ajidarma menolak penghargaan tersebut lantaran merasa dirinya tidak pantas menerima penghargaan tersebut. Apakah Ahmad Tohari juga akan mengikuti jejak sastrawan terdahulu yang menolak dan mengembalikan Bakrie Award 2015? Kita lihat saja nanti. (@pojokseni)

Follow twitter kami : @pojokseni atau like FB kami : pojokseni.com untuk update informasi terbaru.
your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Advertisement

Loading...