28 December 2014

author photo

pojokseni.com 

1. Surealisme

Berbagai sumber yang kami dapatkan, menyebutkan bahwa Drama Surealis adalah drama yang menuntun sang sutradara untuk menghasilkan hal - hal ganjil yang tidak masuk akal, kenyataan yang dibolak-balik semau penulis dan sebagainya dengan tujuan penguatan pesan yang ingin disampaikan.
Selain itu, aliran ini juga merupakan perlawanan terhadap rasionalisme yang berpegang pada kebebasan berfikir dan ekspresi atas realisasi dalam mimpi yang dihadirkan tanpa kontrol kesadaran. Terkadang, aliran ini surealisme ini menampilkan kesan "kacau-balau", "tidak singkron" dan membingunkan.

Kata surealisme ini berasal dari gabungan sur dan realisme, atau sur diatas realisme. Atau sesuatu diatas hal-hal yang logis. Paham atau aliran ini berusaha menggambarkan sesuatu sebagaimana keadaannya. Istilah tersebut digunakan oleh Guillaume Apollinaire dalam catatan program Balet Parade (Nama salah satu acara).

Dalam catatan tersebut, ia menulis "Super Realisme" yang kemudian disingkat Surealisme.

Surealisme selalu keberatan dengan filsafat materialisme Marx, karena dalam pandangan surealisme kenyataan itu bukanlah yang terindera oleh manusia, melainkan berada di alam bawah sadar, sehingga bentuk naskah drama surealisme selalu tidak mengikuti kaidah-kaidah di dalam kenyataan sehari-hari. Layaknya mimpi, lamunan dan phsycodelic, naskah drama surealisme bukan sebuah kenyataan terindera. Dengan makna di balik kenyataan sehari-hari surealisme berbicara, sehingga tak jarang naskah sulit dipahami. Surealisme kerap disebut dengan deeper realism.
Selain istilah Surealisme, juga sering dipadankan dengan istilah Simbolisme. Namun, kenyataannya, kedua jenis drama ini adalah drama yang berbeda. Perbedaan kedua jenis ini akan dibahas pada tulisan lainnya.

Selain tentang surealis, pada tulisan lainnya, kita akan melanjutkan pembahasan tentang aliran absurd.




your advertise here

This post have 0 komentar

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

Selanjutnya Posting Berikutnya
Sebelumnya Artikel Sebelumnya

Advertisement

Loading...

Advertisement