Komentar : Film Indonesia Plagiat Film Korea -->
close
01 May 2014, 5/01/2014 12:10:00 AM WIB
Terbaru 2016-02-10T19:24:57Z
Artikel

Komentar : Film Indonesia Plagiat Film Korea

Advertisement

Film Indonesia (atas) dianggap plagiat, meniru film man from Stars (bawah)

(@pojokseni)

pojokseni.com - Sungguh memalukan, ketika beredar kisah di dunia maya tentang salah satu channel TV swasta kenamaan Korea Selatan, SBS menggungat film drama buatan Indonesia berjudul "Kau Yang Berasal Dari Bintang". Sinetron ini berindikasi plagiat dan dapat dituntut dengan tuduhan tersebut. Film ini dikatakan meniru habis sinetron "Man From The Stars" yang ditayangkan di SBS. Informasi ini tersebar ketika bagian Contents Hub dari SBS menampilkan kejanggalan, mulai dari judul yang sama (hanya beda bahasa), jalan cerita yang sama dan setting sinteron ini pun sangat mirip. Bahkan, mengutip dari soompi.com, SBS menyatakan bahwa mereka akan melakukan pembicaraan dengan pihak RCTI tentang hal ini. "Kami sedang membicarakan dengan perusahaan Film di Indonesia tentang hak paten dan karya ini, tetapi sinetron ini sudah terlanjur disiarkan. Sekarang kami sedang mencari jalan lain untuk permasalahan ini," kata pihak SBS.
Lambang SBS

Sebenarnya, hal tersebut sudah begitu memuakkan, karena pantauan kami, kejadian seperti ini (plagiat karya luar negeri) sudah merupakan kejadian yang lumrah. Indonesia seperti latah, dimulai dengan membiarkan seluruh aliran luar masuk dan membuat air bah, kemudian mengikutinya dari belakang. Fenomena selfie, boyband, gilrband dan lain-lain semacamnya, bisa dikategorikan kedalam dampak dari 'latah' tersebut. Terakhir kami melihat artikel ini di soompi.com, sudah ada 12.000 share lewat facebook dan 21.000 lewat G+, kabar ini keseluruh dunia. Memalukan bukan?
Coba kalau Rumah produksi Indonesia buat Film yang "sangat Indonesia" pasti ada cacatnya dimata para penonton Indonesia. Film sekelas The Raid pun masih banyak cacatnya, disembur para haters. Mau buat film hantu yang thriler, juga dihina. Terpaksa buat yang agak bersifat vulgar, demi menarik rating. Sedangkan film hantu luar selalu dianggap lebih baik.
Selama penggemar Korea, Jepang, dan lain-lain tetap banyak penggemarnya di Indonesia, yah secara bisnis, wajar saja kalau yang difikirkan oleh rumah produksi adalah meniru, demi banyaknya penonton, juga demi keuntungan rumah produksi. Coba saja kalau warga Indonesia tidak perlu latah, tentu rumah produksi mungkin saja berlomba-lomba untuk membuat film yang tidak meniru film luar, tapi menjual kualitas.
Kuaetnika

Kami begitu terpana ketika melihat rombongan pak Jaduk Ferianto bersama kuaetnika yang dengan skill musik diatas rata-rata memainkan lagu jazz dengan alat musik tradisional. Juga siapa yang tidak "ngiler" melihat permainan tapping milik gitaris ajaib, Balawan yang dipadu dengan musik scale khas Bali. Tetapi apa yang seperti itu bisa "laku" keras di Indonesia ?

Ballawan

Giliran pengaruh Korea begitu kentara di tanah air kita, segera bermunculan boyband-boyband yang sejenis. Bila tidak mau dikatakan plagiat, kita sebut saja "terinspirasi". Intinya, selama kita menjadi bangsa yang konsumtif, selama itu pula kita hanya bisa berada dibelakang bangsa lain yang kreatif.


Saran, kritik dan masukan tentu kami terima dengan lapang dada.


tim pojokseni.com

Anda juga dapat mengirim artikel, tulisan, cerpen ke situs ini dengan cara >> Klik Disini 

Ads