Teater Senyawa Curup Pentaskan "Ayahku Pulang" di GTT Taman Budaya Bengkulu



pojokseni.com - Sanggar Teater Senyawa Curup, asal Kabupaten Rejanglebong, Provinsi Bengkulu akan menggelar pentas drama dengan membawakan naskah drama tragedi berjudul "Ayahku Pulang" karya Usmar Ismail, sutradara Adhyra Irianto. Pentas tersebut sedianya akan digelar pada hari Sabtu (9/12/2017) mendatang di Gedung Teater Tertutup (GTT) Taman Budaya Bengkulu, mulai pukul 19.30 WIB.

Untuk menyaksikan pementasan ini, Anda hanya dikenai harga tiket masuk (HTM) seharga Rp 5.000, baik tiket pra-jual maupun tiket di lokasi. Pemesanan tiket sudah dibuka mulai hari Senin (4/12/2017) dengan menghubungi narahubung Eri di nomor WA 0853 6911 8767, atau Ilham di nomor WA 0823 7537 4736, bisa juga menghubungi Rudi "Remakong" Syafriansyah lewat inbox Facebook. Silahkan pesan sekarang, karena jumlah tiket yang dipersiapkan terbatas.

Drama "Ayahku Pulang" merupakan salah satu karya Usmar Ismail yang sudah begitu familiar oleh pecinta teater. Naskah ini menceritakan tentang Raden Saleh yang sudah meninggalkan istri dan anaknya selama 20 tahun, lalu kembali lagi ke rumah ketika sehari menjelang hari raya. Kepulangan Raden Saleh diterima oleh Tina, istrinya, juga dua anaknya, Maimun dan Mintarsih. Namun, anak pertamanya, Gunarto menolak mentah-mentah kepulangan Raden Saleh, karena masih sakit hati dengan perbuatan Raden Saleh yang lari dari rumah juga lari dari tanggung jawab.


Pemeran yang akan ikut andil dalam pementasan ini antara lain Ferdiansyah "Pepeng" yang akan berperan sebagai Gunarto, Siti Amini memerankan Tina (Ibu), Ridwan "Wawang" Saputra memerankan Maimun, Hilwa Wardatul Jannah memerankan Mintarsih dan Adhyra Irianto memerankan Raden Saleh (ayah). Pentas ini juga didukung oleh pimpinan produksi Ferdiansyah "Pepeng", Stage Manager Eri, penata artistik Deni, Hengki dan Dedi, serta penata musik Yudha. Sementara itu, bagian pencahayaan dibantu oleh Teater Jengkal Bengkulu, sedangkan bagian seksi acara adalah Bengkel Seni Tasbih SMA Muhammadiyah 4 Bengkulu dipimpin oleh Rudi "Remakong". 

Pentas ini juga bertujuan mengembalikan lagi kejayaan drama realis di Bengkulu, serta menghidupkan lagi intensitas proses teater di daerah tersebut. Produksi ini merupakan pentas keempat Sanggar Teater Senyawa di tahun 2017 ini. Sebelumnya, di tahun ini, Sanggar Teater Senyawa telah mementaskan drama "Rambut dan Kecoa" karya Diah Irawati sutradara Adhyra Irianto dan "Pelukis dan Wanita" karya/sutradara Adhyra Irianto di Aula Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Curup. Berlanjut kemudian pentas Barabah karya Motingo Busye Sutrada Adhyra Irianto di SMAN 1 Curup. (its/mp/pojokseni)

No comments:

Post a Comment

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

memuat ...