Review film : One Day , Film Romantis Thailand dengan Ending yang Tidak Dapat Diterima

Adegan dalam film One Day


pojokseni.com – Beberapa hari yang lalu seorang teman merekomendasikan sebuah film kepada penulis untuk ditonton. Awalnya, penulis sangat tidak berniat sama sekali untuk menonton film tersebut dikarenakan film One day adalah film romantis berasal dari negara Thailand. Selain tidak menyukai film romantis, penulis juga kurang menyukai film berbahasa Thailand.

Akhirnya, karena sinopsis cerita dari film tersebut dikatakan oleh teman saya, akan membuat saya baper. Karena kisah pemeran utama dalam film ini sangat mirip dengan kisah penulis yaitu kisah kasih tak sampai. Penulis pun mencoba untuk menonton film tersebut dan tanpa diduga, penulis menikmati jalan cerita yang disajikan oleh film tersebut.

Film ini menceritakan Denchai  (diperankan Chantavit Dhanasavi) yang jatuh cinta terhadap rekan sekantornya yaitu Nui (Nitta Jirayungyum)  tetapi  karena kurang percaya dengan penampilan dan sifat pemalu yang dimilikinya membuat hubungan mereka tidak terlalu dekat dan Den hanya dapat mengangguminya dari kejauhan. 

Namun , semua itu berubah disuatu peristiwa dimana Nui mencoba bunuh diri namun berhasil diselamatkan oleh Den, hanya saja Nui harus menerima suatu gangguan Transient Global Amnesia  Yaitu peristiwa dimana pengidapnya mengalami amnesia untuk satu hari saja dan ingatan yang dialami ketika saat itu akan kembali menjadi semula saat pengidapnya terbangun dari tidur. Hal inilah dimanfaatkan oleh Denchai untuk Berpura-pura pacaran dengan Nui dan begitulah kisah sepasang sejoli ini dimulai.

Dari keseluruhan film, penulis kurang menikmati 20 menit awal pemutaran film, dimana pada saat itu hanya menjelaskan bagaimana kehidupan Den yang sangat membosankan dan terasa terasingkan dan tidak terlihat dalam kehidupan sosial. Namun, hal ini dapat terobati dengan berbagai unsur komedi yang dimuat didalam film. Setelah 20 menit berikutnya penulis sangat terhanyut dengan jalan cerita yang ternyata memunculkan konflik yang sangat rumit.

Dimulai dari Nui yang ternyata wanita simpanan Top (Thirapat Sajakul) hingga ketika Nui yang hilang ingatan menyadari telah ditipu oleh Den yang mengaku sebagai pacarnya. Konflik dalam film ini cukup berat untuk penulis yang masih mahasiswa namun dapat saya nikmati dengan santai. 

Point tertinggi dari Kisah film One day adalah adegan romantis yang disajikan Antara Den dan Nui yang hampir mengisi keseluruhan cerita. Apalagi pemeran film ini sangat total dalam memainkan perannya ditunjang dengan pemandangan cantik negeri jepang membuat film ini sangatlah romantis. Terkhusus untuk pemeran Nui yang membuat penulis lansung jatuh hati dengan sosok Nui yang disajikan di dalam Film.

Ekspresi yang disajikan sangatlah natural dan sangat ekspresif, dari senyumannya yang sangat manis hingga tangisannya yang membuat penulis ikut terhanyut. Tapi jangan lupa dengan Sosok pemeran utama Den yang membuat penulis sangat bersimpati dan terus menikmati kisah hidupnya yang sangat mirip dengan penulis.


Film ini sangat cocok ditonton untuk penikmat film romantic dan drama. Namun tidak tertutup kemungkinan untuk orang umum yang ingin menontonnya karena kisah-kisah yang disajikan film ini  sangat asik untuk disimak. Dari segi gender, penulis menilai film ini dapat dinikmati oleh wanita maupun pria.  

Kekurangan yang sangat tidak dapat penulis terima dalam film ini adalah ending film ini yang masih menggantung. Bagaimana tidak? Penonton pasti akan menanyakan bagaimana kisah mereka berdua selanjutnya setelah menonton film ini. Dan ini memang sangat tidak dapat diterima. Terlepas dari itu. film ini sangat direkomendasikan untuk ditonton oleh semua kalangan. Skor yang penulis kasih untuk film ini adalah 7 dari 10. Meskipun film ini bisa mendapat skor 8, seandainya endingnya tidaklah menggantung. (its/pojokseni)
loading...

No comments:

Post a Comment

Harap tidak berkomentar yang melanggar HAM, SARA dan tindak kriminal lainnya.

memuat ...
Spot Iklan